Sabtu, 10 Oktober 2009

Actual Us in Campus

Waktu itu datanglah sebuah sms, serupa pesan biasa. Pengirimnya adalah kawanku dari kampus Bulaksumur sono, orang Budaya. Namun membuatku merasakan kebedaanku. Sebenarnya kebedaan kami semua (aku dan teman-teman kampus). Begini bunyinya : “Hai lagi di mana? Udah jelang siang nih, makan bareng yuk di ayam rempah... lama deh kita tak ke sana.”. Lalu aku balas “huhhuhuuu lum bisa keluar sekarang, masih ada jam nge-lab sampe sore.”

Berasa jadi 'calves' kayak lagu ini

On wagon bound for market

There’s a calf with a mournful eye

High above him there’s a swallow

Winging swiftly through the sky

How the winds are laughing

They laugh with all the their might

Laugh and laugh the whole day trough

And half the summer’s night

Donna donna……………


Hmmm ngiri deh rasanya buat jadi mahasiswa Bulaksumur… Merasakan kuliah seperti perkuliahan mereka. Kuliah yang tak terlalu diuber waktu, santai namun tetap serius. Disaat seperti ini, kami semua jadi sempat kepikiran sebuah penyesalan pada mulanya. Sedikit sebenarnya, karena penyesalan itu selalu bisa kami obati sendiri pada akhirnya. Yaitu penyesalan, mengapaaa coba dulu kami bisa-bisanya milih kuliah Farmasi yang ternyata oh ternyata, does really drive us mad. Dan obatnya adalah bahwa ternyata “Kami adalah orang-orang terpilih!”. We’ll try to always be grateful to God.

Kamis, 08 Oktober 2009

Menggenggam Hari

Senin

What a filling day! Kenyang mikir maksudnya.. Gimana nggak, dari jam 7 pagi sampe jam 01.25 pagi (berikutnya) berasa terkurung di ruang dan waktu bertekanan tinggi. Hari itu, kata-kata

  • “Sabaaaar” (Nisa’s fav),
  • “Nggak usah ngeluh kenapa?!!” (Nella’s fav),
  • “Astaghfirullaaah” (Yaya’s fav),
  • “Mummeeeeeet” (Anggun’s fav),
  • “Sirahku kok rasane muni thing thong thing thong ya…” (Ovika’s. Huahahaha “Sejak kapan kepalamu bertransformasi jadi ringing bell??”, jawabku selalu)
  • Tenang girls, there’s me! (Jojo’s)
  • ……………dst

sudah menjadi spelling rutinities. Mungkir tak mungkir, we really couldn’t get away from that words.

Pagi itu aku berpraktikumkan Biologi Molekuler di Unit III lantai 3. O?h, Unit III toh?? [Pagi-pagi sudah kebagian peran Harry Potter yang disuruh jadi peta sama McGonagall]. Aku salah masuk Unit IV!! Lantai 3 (pula)!! Nglirik jam deh, 06.58 iks… what to be done, I got to rush! Larrriiiiiii Huffwhhh……capeknya naik turun tangga. Padahal belum sarapan coba. Hmmm ..calm down, please!

Sesampai Lab, pretest deh. Dewi Fortuna ternyata sedang sedikit berbaik hati, aku mendapat soal-soal yang jawaban-jawabannya masih tertempel di otakku sejak hari lalu. Thanks God. On the contrary, kudengar Anggun dari meja sebelah berbisik “Tujuan percobaan? Oh tidak! Soalku menyebalkan..” Kemudian kami semua disuguhi soal lagi berupa kode-kode genetik DNA/RNA/protein –sebagai bahan praktikum, tentu- yang minta ampun panjangnya untuk dipecahkan kira-kira spesies apa yang punya susunan DNA seperti tersebut, dalam kromosom nomer berapa, bentuk polimernya gimana, dll. Duh-duh gimana cara njawabnya nih… Eh, ternyata bisa. Pake situs ncbi.nlm.nih.gov gitu deh ceritanya. Sebenarnya gampang buat ngedapetin jawabannya. Yang bikin pusing sembilan keliling itu adalah cara ngebaca datanya. Tau deh itu makanan kering apa dan buatan siapa. Mana laporannya kudu di-cropping2, dibuat .pdf, dikirim ke emailnya mbak asisten segala…wuwh ribetnyah.

Jam 11 kelar, langsung deh kita-kita seruangan itu ngacir ke Unit IV buat praktikum selanjutnya (Hiks L…lagi-lagi tak berkesempatan ngisi perut kosong, lambungku sudah ganti nyanyi rap padahal).

Spectroscopy Lab is getting ready to utilize…..

Disana ketemu wajah-wajah sayu nan kuyu teman-teman yang keluar dari ruangan itu. Seperti biasa sejak setahunan lalu, itu adalah wajah-wajah tak asing bagiku yang sering kulihat di kampus. Hahaha dan tentu aku yakin mereka pun juga mendapati wajah macam itu dariku. Bila perlu, silakan bayangkan wajah macam bagaimana itu, fancy that! ,hmmm :D

Perasaan aku hanya berurusan sama larutan ungu dan mesin aneh nan canggih doank. Tapi kok empat jam lamanya nggak kelar-kelar yaaaaa….feeling sooo fed up! Usut punya usut, Anggun, Mesa, Niha, dan Iren ternyata salah strategi, salah langkah kerja, salah dosis, salah pakai alat, salah durasi waktu, dan berbagai kata ‘salah-‘ lainnya. Akhirnya harus mengulang-ulang sampai bener. Bagooosh…laporan-jurnal bakal semakin panjang nih gara-gara kesalahan beruntun itu. Yowis mulakmen, too much light-headed. Hmmm pengalaman deh pengalaman… [Kebenaran muncul jika dan hanya jika kesalahan timbul, tak ada salah tak ada belajar]. Siippo!

Berikutnya kuliah Pancasila di kampus Filsafat sampe jam tengah enem sore. Telat. Tapi dosennya baik hati sih, karena membiarkanku tidur di kelas. O!h… thanks a lot Bapaaak.

Time is money! Sampai rumah aku dikejar deadline laporan-jurnal Spectroscopy tadi siang, underestimate, ada 12 halaman sih. Di tengah jalan menulis laporan aku dipusingkan para angka pada perhitungan data-data. I was stuck in the traffic yellow light. Sms dari Anggun pun mengalir deras, berakhirlah dengan telfon “Nih, hitungan regresi-ku kok aneh? Padahal kalkul-ku sudah aku setting clear. Duh mumet…punyamu berapa? Kalau nggak selesai gimana nih? Udah jam segini lagi”, dalam hati aku tersenyum karena mendapati Anggun yang khas, khawatiran nih anak. “Take your time, Nggun. Kata orang, dunia itu santai kok.”

Akhirnya jam 10 malam perhitungan data selesai. Bodohnya aku, berkali-kali masuk lubang sama. Terjebak berjam-jam pada angka-angka berpenampilan mengerikan yang kubuat sendiri. Padahal dia hanya diam saja di kertas nan putih tak ber-spotblack. Lagi dan lagi aku sadar, ternyata penampilan luar terkadang membohongi! Hughh!!

Aku selalu menyukai saat-saat aku merasa bisa dan akhirnya bisa menaklukkkan angka... make me have no need to feel awkward, anymore ;)

Selesailah aku menulis pada dini hari itu, alhamdulillah. Saat-saat itulah yang kunanti, berhenti meromushakan tangan. Terutama jari telunjukku. Kasihan…tapi terimakasih yah. Harapku sebelum tidur bahwa aku bisa menemukan pagi yang indah. Morn serenity, where are you? too long time no see.

For everybody, Let’s turn over a new leaf. Have a go to never stop doing our best!! /(^_^)\


Jogja pagi, 6 Oktober 2009

Jumat, 25 September 2009

The Seamy Side of DNA

Gambar-gambarnya agak nggak jelas sih. Tapi karena males jadi repot, seadanya sajalah.
Amati baik-baik yah... (kurang kerjaan deh kalian, ya nggak sih?? :DD)

Pengantar : DNA adalah suatu asam nukleat yang terdiri dari kode-kode genetik untuk perkembangan dan pemfungsian kehidupan suatu organisme hidup. DNA ini punya perilaku hidup diantaranya replikasi (menggandakan diri membentuk DNA lain), transkripsi (membentuk RNA agar dapat mensintesis protein). RNA dibentuk DNA adalah agar tercipta protein. RNA ini berisi kode-kode genetik yang nantinya akan ditranslasikan (diterjemahkan) membentuk urutan polipeptida. Kemudian setelah polipeptida terbentuk maka menjadi asam amino yang selanjutnya menjadilah sebuah protein. Protein yang ada dalam tubuh maklhuk hidup terdiri dari puluhan sampai ratusan asam amino.

Jadi ceritanya, DNA kita itu punya bentuk-bentuk allomorphy yang unik (suuuuuungguh unik). Mengapa bisa begitu? Lihat saja, alomorf DNA A bila tereaksikan dengan air (H2O) melalui proses hidrasi maka dia akan berubah bentuk menjadi alomorf DNA B. Lho DNA kok bisa bereaksi dengan air? Ya bisa. Karena keduanya sama-sama molekul polar. Dan proses hidrasi ini sering dilakukan untuk keperluan penelitian di Lab untuk memperlakukan DNA sedemikian rupa agar diperoleh hasil dari maksud dan tujuan kita.
Bisa dilihat, sebelum dihidrasi (A) bentuknya terlihat lebih mampat (11 pasang nukleotida), kemudian setelah dihidrasi bentuknya agak longgar (10 pasang nu
kleotida). Karena air selalu membuat molekul-molekul polar lebih encer.

B DNA Allomorph -longitudinal view

Bila diperbesar penampakannya, unik sekali bukan? DNA ini adalah hal yang sangat molekuler lho. Ukurannya hanya berdimensi milimikron. Karena strukturnya telah ditemukan para ilmuwan, dan karena saat ini teknologi pun sangat mengimbangi, maka jadilah gambar kedua bentuk di atas itu. Semuuuuua DNA makhluk hidup gambarnya ya hanya seperti itu. Walaupun diberitakan berbeda-beda namun tetap sama bentuknya. Karena struktur dasar DNA kita yang asli itu semua sama. Dari basa purin dan pirimidin saja. Konformasi sinergis antara molekul fosfat, gula deoxyribosa (maupun ribosa), dan basa purin-pirimidin akan menghasilkan bentuk yang khas. Lihat saja, bentuknya sirkuler melingkar dengan tepi berbentuk bintang yang memagari ikatan hidrogen di dalamnya agar tidak mudah putus.

























Seperti itulah str
uktur dasar DNA dan RNA kita. Terdiri dari fosfat, gula deoxyribosa (atau ribosa), dan basa purin-pirimidin. Bila sambung menyambung sampai panjang sekali serta saling berpasangan dan akhirnya membentuk helix, maka akan memberikan bentuk yang sungguh khas seperti gambar nomor dua tadi. Terlihat juga beda dari DNA dan RNA. Yaitu, bila dia RNA, pada gula ribosa-nya (molekul segilima/pentosa) punya atom oksigen di salah satu sudutnya (atom C nomor 2). Sedangkan pada DNA, gula deoxyribosanya (molekul segilima/pentosa) tidak punya atom oksigen pada salah satu sudutnya (atom C nomor 2).





















Nah terakhir, Z DNA Allomorph in longitudinal and lateral views. Both views are other allomorph of our DNA. Khas juga kan? yang B DNA tepinya membentuk konformasi bintang, yang Z DNA membentuk konformasi segi enam seperti cincin benzene.



This model is from the Oxford University Science Museum

Hmmm seiring berjalannya waktu dan berikut perkembangan zamannya, seperti itulah penemuan salah sedikit sekali kejaiban-keajaiban ciptaan Sang Pencipta. Bagaimana nggak ajaib, itu kan dimensi ukurannya sangat tidak kasat mata dalam artian sangat dan begitu molekuler. Namun dijadikan kode-kode untuk dapat dipecahkan oleh kita. Dengan catatan bila kita mau hidup sejahtera dan mudah sih. Karena misalnya, beberapa penemuan sebuah obat, itu memerlukan pemecahan kode genetik makhluk hidup yang sedang sakit. Bila tidak maka tak akan pernah ditemukan obat itu. Contohnya saja penyakit kanker, penyakit dengan tingkat kerusakan pada organ yang molekuler (DNA-nya). Bila mau mencegah dan mengobati kanker melalui usaha therapy maka harus diketahui dulu susunan DNA bagaimana agar diketahui bagian mana yang rusak. Dan itu penting sekali dalam dunia kesehatan.

Seperti itulah, dan sebenarnya masih banyak hal yang menyenangkan sekali bila kita tahu. Namun terkadang, kita tidak perlu tahu kan? <...,..> hehehe_ sekadarnya saja boleh sih.
Oke. Semoga bermanfaat.

Rabu, 23 September 2009

Malaikat Itu

Malaikat itu tiba-tiba datang

lalu pergi lagi

terkadang menyalam

kemudian berlalu lagi

mengapa ‘malaikat’?

Karena di sisi itulah aku kenal;

Karena yang aku tahu seperti itulah malaikat

Datangnya tak terduga, kasat mata, hanya bisa kukenali melalui pertanda

Suka membawa jawaban, atas banyak tanya

Jawaban yang begitu rendah hati

Se-rendah-hati-jiwanya

Kesemuanya membuat aku tahu aku harus bagaimana

Entah, sepertinya aku tahu juga bahwa,

Kekasihku menyukai malaikat itu

Karenanya harapku pun berharap

Tak banyak.

adalah agar malaikat itu terus menjadi yang seperti itu

dan agar kelak aku bisa menyapanya di tempat para malaikat berjasad.

Aamiin

Praising Allah!

by : Pujangga Soleh

I know you are there

Little bird,
Covered by rich green, talking to tree
Yes, a talking tree!

I know you are hiding
Little ant,
Under the solid brown, listening to the song
Yes, the singing earth!

I know you are relaxing
Tiny drop of rain,
Inside the airy white, hearing the laugh
Yes, a laughing cloud!

I know you are dancing
Little bee,
Beside fresh colors, joining a prayer
Yes, a praying flower!

I know you are breathing
Little fish,
Deep in the wide blue, amazed by stories
Yes, the Historian Ocean!

I am sitting in my room
Seeing you all in the heart of my eye
Praising the work of God
Wishing to add more before I die

Talking tree

Singing earth

Laughing cloud

Praying flower; and

Historian Ocean

Let me join you, and be sublime
Praising God till the end of our time


aku menemukan tulisan emas di atas tak sengaja sih, dari seseorang, tapi dia segan menyebut nama.
dan lalu menyuruhku menulisnya atas nama -Pujangga Soleh-,, hmhmhm
okay deh terimakasih, bagus, jiwaku banget.. tapi ragaku? entahlah, semoga saja :-)

Jumat, 04 September 2009

Simplicity in Campus

Hyaaah... akhirya tiba juga saatku menulis ini. Hmmm.. apa? Baca saja yah. He!

Tadi itu aku kuliah farmakologi, sore. Berakhir jam 5.30 p.m. coba, jadi telat buka puasa kan. Sampai rumah jam eneman gitu deh. Tapi walau gitu aku tetap seneng. Soalnya itu adalah kali kuliahku dimana aku enjoy banget megikuti keterangan sang dosen, dari awal sampai kuliah berakhir. Gimana nggak, dosennya (Bu Zullies), asoy banget ngajarnya. Asli deeeh, kreatif pokoknya. Aku yang bodonya minta ampun gini sampe ngedonk lhoh. Jarang-jarang tau... Kalau dosenya nggak kreatif, aku nggak bakal bisa ngedonk. Huehehe


Nah setelah minggu lalu diajar Pak Endro dengan memulai perkenalan ”Farmakologi itu apa?”, minggu ini diajar Bu Zullies sampai tengah semester III ini. Dan tadi membahas ”Bagaimana nasib obat setelah masuk ke dalam tubuh kita”. Ingin tahu nggak kira-kira? Kalau iya dan sekedar ingin tahu, baca saja tulisan ini sampai akhir. Nggak banyak kok... nggak ’njlimet’ juga. Lagian kita ini kan sering sakit dan mau nggak mau harus berurusan juga sama obat. Asyik lhoh belajar benda ajaib yang satu ini.. :-)


Nasib obat di dalam tubuh adalah : ”Obat diabsorbsi oleh rongga tubuh (rongga mulut, lambung, otot, kulit, paru-paru, dll), lalu masuk ke pembuluh darah kapiler yang ada di rongga tersebut (terdistribusi), kemudian masuk ke jaringan yang error (bagian yang sakit) dan mengalami metabolisme disana, dan yang terakhir dikeluarkan dari dalam tubuh (ter-ekskresi)”. Udah. Itu aja. Nggak ’njlimet’ kan??? (hwahahaha) itulah intinya.


Sebagai keterangan lanjutan tentu nggak akan aku tulis di sini. Soalnya kalau aku tulis akan sangat amat terlalu riskan. Pakai bahasa ilmiah weeeyh. Ada istilah Cp Max, onset, Clearance, KEM, KTM, Koefisien Partisi, depot, T1/2 , dll. Hanya bisa dipahami oleh para ulama farmasi dan beberapa calon ulama farmasi.


Sekarang aku cerita intermezzo selama kuliah ajalah, if you want to know, aku hanya ingin berbagi. :-)

1. Kita manusia pernah mengkonsumsi obat yang namanya CTM kan? (kalau misalkan kepaksa pakai obat sih, hehe). Apalagi yang pernah sakit asma tuh, selain compound Aminofilin, dkk pasti juga bakal dikasih CTM sama dokter. Sebaiknya ditrima aja deh jangan protes :D, walau efeknya menyebabkan ngantuk sih. Karena CTM ini berkhasiat sebagai antihistamin. Atau bahasa latinnya ’antialergi’. Mengapa harus dikasih antialergi? Karena zat aktif obat hanya diperlukan oleh jaringan tubuh yang sakit saja. Sedangkan jaringan tubuh lain, yang notabene ”sehat-sehat-saja”, bila terkena dampak negatif zat aktif obat akan mengakibatkan alergi. Sebenarnya, alergi itu adalah respon tubuh terhadap benda ’unwanted’ yang masuk ke dalam tubuh kita. Intinya, tubuh mengadakan proses keseimbangan agar metabolisme di dalam tubuh nggak error. Maka agar tidak menimbulkan ”sakit-balik” dikarenakan alergi, diberilah CTM. Ingat yah, di alam ini segala sesuatu harus seimbang!! Tak terkecuali tubuh manusia. Karena jasad dan ruh kita adalah salah satu substance alam semesta. Bagian dari sistem kosmos ini. Oiya, efek ngantuk (sedative) dari CTM, parasetamol, dll itu nggak usah dikhawatirkan. Itulah respon tubuh yang harus kita terima. Malah kalau nggak ngantuk itu bahaya, Hehehe. Penjelasannya mengapa bisa ngantuk? Panjang ah..... lain kesempatan saja.

2. Obat itu sifatnya moderat. Maksudnya apa sih? Hehehe. Itu hanyalah ungkapanku saja, untuk mendefinisikan salah satu sifat obat. Karena seringnya, obat itu terbuat dari bahan yang nggak terlalu ’ekstrim’ basa pun juga nggak terlalu ’ekstrim’ asam. Jadi, obat nggak pernah terkemas dalam bentuk asam kuat maupun basa kuat. Kalau sampai ada, si pasien bisa overdosis dan akhirnya wafatlah... Obat, kebanyakan berupa asam lemah dan basa lemah. Secara kan tubuh kita ini sangat amat lathif, lembut gitu lhoh. Jadi segala sesuatu yang menjadi input ke dalam jasad (dan ruh) kita ini tidak boleh berupa materi ”yang ekstrim-ekstrim”. Bahaya!

3. Seseorang yang mengalami mal-nutrisi, biasanya kalau sakit diberi obat berdosis rendah. Jadi cukup ke puskesmas sajalah, lagian disana murah, dapat subsidi dari pemerintah. Hehe (seimbang intinya). Mengapa? Karena orang yang terkena mal-nutrisi itu kekurangan protein dalam tubuhnya (plasma darahnya, exactly). Padahal agar tidak terjadi overdosis, obat membutuhkan protein pembawa yang cukup untuk membawanya ke jaringan yang sakit. Maka, dia harus sabar menahan sakit. Karena dosis obat hanya rendah. Agar tidak overdosis.


Duh, kok sudah panjang kali ya tulisanku. Sebenarnya banyak intermezzo-menarik-sangat lainnya yang aku dapatkan secara langsung maupun tak langsung selama perkuliahanku sepanjang semester-semester yang telah berlalu. Namun daripada bosen bacanya, disudahi dulu ajalah. Semoga bermanfaat.

See you in the next lecture! :-)

Kamis, 3 September 09

22.40

--Ngetiknya sambil lirak-lirik The Village di global sembari masih terheran-heran, ngapain Joaquin Phoenix mau main di film itu. Nggak ada tawaran film yg lebih horror po. Hmhmhm--

Selasa, 01 September 2009

Yang Selayak Kita

Bilamana pagi itu,
awan berkahyang lelah,
mentari mengira fajar belum merekah di ufuk,
bumiku pun beringsut murung saja.

Aku membau air-jatuh-mu di Kalasan.

Seketika,
bahagiaku sedihku bergilir mengada.
Hujan, apa kau benar-benar telah datang?
dan mengapa aku tak sudah sedikit rela?

Aku tau, bagimu kau benar saja,
dan kupikir selalu.
Bagiku pun kau memang tak ber-ego.

Bukankah kau telah mengajariku,
bahwa memaafkan itu mudah.
Tapi menerima,
adakah mudah pula?
'Tidak' bisikmu.


--alam memang selalu apa adanya--