Minggu, 08 Februari 2009

Akhirnya Bertemu Teman Lama Juga... Wecome to Jogja Riztky Feby!

Waktu itu, kamis pagi, HP ku berdering tanda ada sms masuk.. Siapa ya kira-kira, pikirku. Oh dari Kiki, udah lama juga nggak ada kabar.

Kiki : Nha.. skrg q lg d jogja nh.. Lg dmn skrang?
Niha : Hwah? di Jogja? Tepatnya? Ayo ktemu Ki.. km sama sapa? Brapa hari dsini?
Kiki : D jalan Kaliurang KM 12,5.. Ayo ketemu yuk, udah lama nih nggak ketemu..hhe. Tapi di sini aku ada acara MUNAS.. ma tmen2q dsini, dan ampe hari sabtu..
Niha : Lhoh.. Aku juga di Jakal 12,5. Kok nggak bilang2 dari kmrin? Wow Keren... Munas itu apa? Musyawarah Nasional Ya?hehe
Kiki : Serius 12,5, dimananya? Aku lagi di Pesantern Pandanaran. Iya donk keren. Iya ntar aku atur deh waktunya..
Niha : Itu deket sama rumahku.. Aku ada sekitar 100 m dari kamu.. Kok bisa kebetulan gini ya.. Kmu stay-nya disitu ato dmana? Klo iya, maen deh ke tempatku. Tapi sekarang aku lg di kampus.
(Meski aku tak mau mengakui ini adalah hal yang kebetulan, karena aku percaya tak ada yg kebetulan di dunia ini, Hidup adalah desain Holistik yg sempurna!!)
Kiki : Owh gitu. Ayo atuh kita ktemu. Iya nih bisa kbetulan gitu ya.. hhe. Owh situ lg di kampus? Sip dah, kita ktemu klo km dah balik.

Kiranya begitulah percakapan aku dg Kiki alias Riztky Feby via sms.
Kiki adalah teman seperjuanganku dulu waktu kita sama-sama menimba ilmu di Pare, Kediri, JaTim. Iseng-iseng aja aku kesana karena mendapat saran dari mbak Lika untuk memanfaatkan waktu liburan untuk improve my English. Tau-taunya disana aku sekelas sama Kiki, Rifqi, Elda, sama Rahmi. Yang paling pinter dari mereka menurutku adalah si Kiki itu. Kiki berasal dari Cikarang, Jawa barat. Sedangkan Rifqi berasal dari Bandung. Mereka berdua orang Sunda tentunya, dan sedang menempuh SMA di pesantren (The Internasional Modern Boarding School) Hayatan Thoyyibah, Sukabumi. Seumuranku, waktu itu mereka sedang naik ke kelas tiga SMA, sama sepertiku. Sedangkan Rahmi adalah Orang Betawi yang tinggal di Jakarta Selatan, naik kelas dua SMA di SMA negeri di Jakarta. Yang satunya, Elda, Orang Rembang, dan masih SMP kelas tiga.

Hmmm... Waw, di Pare itu, kami belajar bahasa Inggris bersama teacher2 yang keren. Suka duka kami lewati, Hingga akhirnya aku mengenal Kiki, dkk lebih dekat.
Selama 1 bulan kami bersama. Itu adalah pengalaman yang sungguh mengesankan bagiku.
Waktu itu, bersamaan, teman2 SMA-ku di Klaten sedang berwisata di Pulau Dewata. Tapi aku memilih menghabiskan waktu liburan di Pare, Kediri. Dan ternyata aku tak menyesal tidak ikut ke Bali. Karena di Pare itu aku mendapatkan teman-teman yang hebat dan keren. Aku bersyukur, karena aku setuju dengan pepatah yang mengatakan bahwa "Banyak Teman Itu Banyak Rezeki". Aku juga bersyukur, karena sepulang dari Pare, ternyata bahasa Inggrisku meningkat drastis. Gimana nggak, selama sebulan, whole day on there, I spoke in English.
Itulah pengalaman hidup yang tidak banyak orang dapat merasakannya. Tidak hanya Kiki, dkk saja aku mengenal orang. Banyak temanku disana yang lain. Selama ini kami masih berhubungan.. Diantaranya, ada miss Wulan dari Karawang (sekarang dia Kuliah di IPB), trus ada Kak Dede dari Bogor (yang tak henti2nya ngasih aku semangat, sampai saat ini), miss Ayiz (sekarang kuliah di ITS), dan baaaaanyak lagi. Alhamdulillah sekali kan banyak teman..

Tibalah saatnya aku berpisah dengan Kiki, Rifqi, dan Rahmi. Mereka bertiga pulang bareng naik kereta ke Bandung. (Tiketnya itu yang beli aku,Rifqi, sama Pharma di Jombang, What an amazing Travelling deh, dari Kediri ke Jombang naik bus sama becak, Wahahaha, bikin ketawa kalo inget, soalnya kita bertiga sempat salah bus dan becak yang kami naiki itu sampe bannya bocorrr, kebanyakan muatan.)
Aku dan Elda mengantar mereka bertiga sampe pertigaan Pare. Nangis juga. Lha gimana, baru saja kami kenal dan merasa sangat dekat, kok tiba2 langsung berpisah tanpa tau kapan kami ketemu lagi.

Itulah perjumpaanku yang terakhir sama Kiki, di pertigaan Pare sewaktu naik ke tangga Bis. Sampai Akhirnya pada hari Sabtu kemarin aku dipertemukan lagi dengan Kiki. Kira sudah satu tahun tujuh bulanlah kami tak berjumpa. Sekarang, Kiki kuliah di ITB jurusan Farmasi, sama sepertiku, tapi aku di UGM. Sedangkan Rifqi, di UIN Bandung (katanya nurutin ayahnya). Rahmi, sejauh ini masih SMA (katanya mau masuk Psikologi UI). Kami smua telah berkiprah dengan kesuksesan kami masing2.
Dulu Kiki sempat diterima di Teknik Kimia UGM lewat jalur PBS, tapi akhirnya dilepas gara2 dapat beasiswa ke Farmasi ITB (beasiswa mpe lulusss Bo...), keren dah Ki dirimu. Memang cerdas sih...
Nah kemarin itu, Kiki di jogja juga karena ngurus beasiswa yang di dapat itu. Tapi dari sekian banyak tempat yang dapat dijadiin setting but ketemu kok ya di Ponpes Pandanaran situh tempatnya.

Sabtu pagi itu aku ngobrol panjang lebar sama dia di serambi rumah orang dan meminjam kursi panjang yang punya rumah itu (pede banget, soalnya nggak bilang2 ma yg punya, hahaha).
Kami memperdebatkan Antara Kuliah di di ITB sama UGM. Saling memuji Universitas masing2 tentunya. Akhirnya tak ada yang kalah sama yang menang, karena UGM dan ITB memang sama2 keren. Kandidat penerima beasiswa terbanyak di Indonesia dari yayasan2 (Foundation). Yah kita saling mensyukuri, karena apa yang kami dapat tak lepas dari usaha dan kerja keras masing2. Terbincang-bincang juga suatu rencana untuk daftar kimia farma bareng setelah lulus nanti. Atau kalau nggak gitu, ya melamar beasiswa S2 bareng di suatu Foundation terkenal.
Dua jam lebih kami ngobrol, ditemani Maulana, kakak kelas Kiki dari Teknik Informatika ITB.
Sorenya kita ketemu lagi di Malioboro ( nggak hujan, aneh ya... karena biasanya hujan turun tiap sore). Di Malioboro itu, mereka belanja beli oleh2 sambil foto2. Aku menemani mereka karena di suruh menawar harga. Katanya kalau yang menawar orang Jawa, harganya bisa lumayan (beugh...aku mah juga tak canggih buat tawar menawar gitu). Aku sempat ditraktir minuman enak oleh Kiki, thanks yak friend..hehe. Di samping itu kita juga foto2 bareng, Kapan lagi ke Jogja, Choy! hwehe...

Menjelang maghrib aku pulang donk.. sementara mereka menuju masjid. Mereka dapat tiket kereta jam 9.30 malam dari stasiun Tugu, Jogja. Waah berpisah lagi deh. Ya sudah, memang tak ada pertemuan abadi. Dan juga Tak ada perpisahan abadi, itu yang aku yakini =)
Mereka mengajakku ke Bandung. Kapan2 deh... Jawabku. Aku juga ada rencana kesana sih, liburan nanti sama Mesa. Ntah jadi ntah tidak lihat saja nanti.. Hmmm. Manusia merencanakan, Allah yang menentukan.
Selamat Jalan Riztky Feby, semoga selamat sampai tujuan, Salam buat Bandung ya!

Tidak ada komentar: