Minggu, 09 Januari 2011

They Colour My Life


I woke early in Friday last week to prepare my METOPEN test in the afternoon. There was suddenly a loud tapping noise…oh, my phone vibrated. I got text message from someone and invited me to meet in the terrace of rectorate of UGM.
Yesterday and the day before yesterday I met two persons whom I really wanted to meet so much for years. They are Anisah Setya and her husband-to-be, Mesba. We are used to having communication only by internet about two years since I entered UGM for studying. They were such kind persons ever in the world. For the first time I met them I didn’t feel nervous at all because they are like people whom I always meet every day in my daily life. How could? Yeah I could say so that they really like my own bro and my own sist.
Anisah Setya actually, is more beautiful than I always saw in her photo pocket of FB. I recognized her when she was at Arizona, USA, to learn English intensively. It was two years ago. She looks graceful and adamant when she talks. Her smile is pretty and sweet. Now she is joining scholarship program of postgraduate in Melbourne University, Aussie. So I met her when she had IELTS in the Rectorate. She gave me some videos of how to face the interview to get a scholarship abroad. I slowly began to wonder that she is a giant dreamer. She wants the best luck calls on her life. As can as possible she wants to reach it. Indirectly she told me how good chances always appear its existence to me. How I must reach it very much, because I have been here, UGM. It was inadequate if I have not a big dream, here. I just have to develop everything I have right now. That is a right way to go through. I have to try and try over and over again and don’t care about failure. I stared at her and she successfully influenced me. Anisah Setya and Mesba opened my eyes to see the world exceed my aspirations. All of sudden, I want my life become colorful..!!
Well, we had some talks about the future will be. You know, that was friendly weather in Jogja. Rectorate looked beautiful to see as every day. There were many Herons flew off through the open sky.
Something fun, surprising, and exciting!
Good news: That was my best time… and I felt so lucky for many times.

Kamis, 06 Januari 2011

0 KM Perjalanan Kita



When You Love Someone
by Endah and Resa
I love you but it's not so easy to make you here with me
I wanna touch and hold you forever
But you're still in my dream
And I can't stand to wait ‘till nite is coming to my life
But I still have a time to break a silence
When you love someone
Just be brave to say that you want him to be with you
When you hold your love
Don't ever let it go
Or you will loose your chance
To make your dreams come true...

I used to hide and watch you from a distance and i knew you realized
I was looking for a time to get closer at least to say... “hello”
And I can't stand to wait your love is coming to my life
When you love someone
Just be brave to say that you want him to be with you
When you hold your love
Don't ever let it go
Or you will loose your chance
To make your dreams come true...

And I never thought that I'm so strong
I stuck on you and wait so long
But when love comes it can't be wrong
Don't ever give up just try and try to get what you want
Cause love will find the way....
When you love someone
Just be brave to say that you want him to be with you
When you hold your love
Don't ever let it go

Or you will loose your chance
To make your dreams come true...

Rabu, 22 Desember 2010

-----KimiaOrganik------ deliciousooo!

semenjak kepergian mas napi, rasanya saya dituntut untuk mandiri kalo harus berhadapan dengan urusan kimia organik.
banyak sekali mahasiswa farmasi yang menganggap kimia organik adalah mata kuliah killer karena tori-teorinya sulit dipahami dan diingat-ingat.
aku sendiri manganggap akan keren sekali kalo bisa menguasai mata kuliah yang satu ini.
alasanku adalah :
1. kimia organik adalah "nyawa" suatu obat
2. kimia organik adalah "pembeda" antara farmasis dan tenaga kesehatan lain
3. kimia organik adalah "eyang buyut" dari ilmu-ilmu kimia lainnya

aku berpendapat : betapa sebuah atom yang kecilnya sedemikian rupa dapat menggambarkan sebuah alam semesta. seakan atom itu dibuat oleh Tuhan sebagai miniatur alam semesta buatanNya.
dan anggapan seperti itu tak akan pernah muncul dalam benak seorang mahasiswa farmasi kecuali ia mendalami ilmu kimia organik.
aku mahasiswa farmasi semester 5, dan 1,5 tahun lagi diperkirakan lulus setelah menggondol suatu nilai skripsi tertentu (moga-moga dapat A), doakan ya kawan...
sekarang aku sedang mencari sebuah penelitian yangmana kimia organik adalah bahasan utama di dalamnya. Mencari? penelitian kok dicari.
teman, ayahku nggak akan kuat membayari penelitian seperti ini, apalagi berbasis kimia organik.
maka aku mencari dosen yang sedang banjir proyek.
ada beberapa temanku yang sudah fix ikut membantu proyek dosen berbasis

kimia organik, kebanyakan adalah sintesis organik.
mereka adalah :
1. Indra dkk dengan Bu Hilda
2. Eni dkk dengan Bu Ritmaleni

yang lain kebanyakan akan lari tunggag langgang ke unit V untuk uji Farmakologi-Toksikologi dan unit II untuk uji formulasi obat.
nggak banyak yang berminat untuk skripsi membahas kimia organik memang karena beberapa alasan yaitu, mereka masih banyak yang lupa atau nggak paham tentang kimia maupun sintesis organik, mereka takut atau nggak mau terkontaminasi senyawa organik, dan mereka nggak mau ngerjain skripsi lama-lama karena sintesis umumnya butuh waktu lama untuk bisa selesai.

untuk masalah pertama: nggak ngerti atau nggak paham tentang kimia organik.
menurut saya : heeeeeeiiii kawan, bukankah ilmu itu bisa dipelajari? semua ilmu tak terkecuali bila kita berminat dan mau. dikira saya ngerti apa, saya pun juga masih mikro sekali buat ngerti kimia organik, kepahamanku mungkin nggak lebih dari kalian. bukankah akan sangat menyenangkan bila kita bisa belajar lebih dalam dan akhirnya kita menyimpulkan bahwa kita tahu sesuatu, kita menemukan sesuatu....kita pasti akan puas. bukankah itu yang kita cari......kalo data kita jelek, nggak tahu harus gimana membahasnya, kita punya orang lain, teman dan dosen-dosen yang betapa baik hatinya mereka buat membantu kita untuk kita bisa mengerti.
iya bukaaan??? Let's try!

masalah kedua : nggak mau terkontaminasi senyawa organik.
menurutku : eeehhh kaya nggak pernah kuliah di farmasi aja. hal kaya gitu nggak usah dikuatirin lagi. kalo kamu benar-benar mahasiswa farmasi harusnya kamu tau gimana buat meminimalisir kontak dengan senyawa kimia.
daripada mijitin dan nyuntik-nyuntik tikus, mending ngelap labu destilasi.
daripada kena bau tikus yang baunya begghhhh!, mending kena bau ester, harum!

masalah ketiga : sintesis itu butuh waktu lama.
menurutku : disinilah kita diuji sabar, bukankah tiap hari kampus ini mengajari kita budaya sabar??? banyak sekali dosen-dosen yang bilang kalao mahasiswa farmasi itu terkenal sabarnya, mereka mahasiswa paling TOP yang pernah ada, multitalent! inilah kimia, chuy. dan kita telah dibiasakan olehnya buat jadi orang sabar karena kimia mengajarkan bahwa dunia ini nggak dibuat secara instan oleh Tuhan.

akan sangat bangga sekali kita, kalau seorang farmasis bisa menguasai perihal kimia organik.
akan sangat menyenangkan sekali kita, kalau kita bisa mengerti sesuatu yang lama dan yang baru yang kita temukan di dalam keilmu-kimia-organik-an.

Minggu, 19 Desember 2010

Analogue : Book and Life

Kehidupan manusia itu seperti sebuah buku. Sampul depan adalah tanggal lahir, sampul belakang tanggal kematian. Tiap lembarnya adalah hari-hari dalam hidup kita. Ada buku yang tebal ada buku yang tipis, kita tak akan pernah tau akan setebal apa buku kita. Hebatnya, seburuk apa pun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yang bersih, baru, dan tiada cacat. Seburuk apa pun hari kemarin, Allah selalu menyediakan hari yang baru untuk kita memperbaiki kesalahan kemarin melanjutkan alur cerita yang sudah ditetapkanNya. Semoga Allah meridhoi kita menjadi hamba yang beruntung dengan usaha kita yang lebih baik lagi.

Senin, 15 November 2010

Jakarta dan Jakarta


Jakarta.
Orang desa seperti saya masuk Jakarta setuju dengan pemikiran pribadi bahwasannya : komentar yang pertama-tama keluar dari hati dan mulut seseorang yang pertama kali “menyaksikan” Ibukota Jakarta adalah sebuah puisi yang pasti menggambarkan ke-ironi-an kota itu, The Indonesia Capital Region. Saat kukunjungi kemaren, Jakarta nampak abstrak. tak terasa denyut nadinya. Jakarta kemaren, tak kurasakan bahwa di sudut2nya terdapat kesemrawutan moral di balik kemegahan gedung2 tingginya. Hanya sebuah pikiran, apa benar gedung-gedung semegah itu, yang bertengger gagah di atas bumi pertiwi ini rela dihuni para pejabat bermental semrawut? Serta bayangan-bayangan di daerah Indonesia di pulau terpencil sana, dari mereka ada yang sangat bangga menjadi orang Indonesia. Apa yang mereka pikir dan katakan pertama kali saat melihat ibukota yang seperti ini?

Jakarta.
Perjalanan ke Ibukota yang “lumayan jauh bikin jenuh” kemarin adalah kali kesekianku mengendarai kereta besi alias kereta api. Yak! Hasil dari mengendarai kereta api saat itu adalah sebuah ketidak ikhlasan dalam hati. Gilee yah, PT. KAI adalah perusahaan paling diskriminatif sedunia, menurut saya (dan mungkin juga menurut orang2). Gimana enggak, perusahaan tersebut membeda-bedakan kelas sosial, masak ya, soal turun saja penumpang kelas ekonomi harus beda stasiun dengan penumpang kelas eksekutif/bisnis. Dugaan saya, ini terjadi di seluruh kota2 besar di Indonesia. Contohnya saja di Yogya dengan Lempuyangan dan Tugu-nya. Jakarta dengan Gambir, Pasar Senen, dan lainnya.
Selain itu, saat hari libur gitu harga kereta ekonomi dengan bisnis bedanya pun sampai hampir 10 kali lipat. Belum eksekutifnya… Oh… GOSH! How hell. Ini adalah soal “perbedaan” yang sama sekali nggak bisa ditolerir. Menurutku, gerbong kereta ekonomi dan bisnis itu dari segi kebagusannya aja bahkan nggak ada bedanya. Yang membedakan tentu saja hanya orang-orang yang naiknya. Kalo kelas ekonomi biasa dinaiki orang2 yang mirip preman, kelas bisnis biasa dinaiki orang2 yang mirip pelajar sopan. Tapi kok…. Harganya itu lhoo, selisihnya SELANGIT. Bener2 nggak terima. Kapok dah naik kereta.
Kalo dulu, ke Jombang naiknya eksekutif. Dulu mah masih kecil, nggak mikir mau kritis dll. Apalagi Cuma seharga 70 rebos nyampe Tugu Yogya. Aku sih iyo-iyo dan enyo-enyo aja. Aku ingat, dulu agak nggrundel juga sih, mosok AC-nya nggak nyala, trus bedanya itu paling2 cuma tempat duduknya yang lebih empuk. Ealah!  Kalo kayak gini, rasanya jadi mulai lagi buat ngiri berat sama Negeri Matahari Terbit sono. Nggak perlu susah peluh buat setor asap berpolusi ria di jalanan pake motor, bis dll, nggak perlu mahal2 beli avtur buat naik pesawat, mungkin cukup goceng buat naik kereta besi keliling pulau satu ke pulau lain sepuasnya. Oh mimpi………….
NOBODY SCREAMS, BUT EVERY HEART DOES!!

Jumat, 29 Oktober 2010

Scientist - Pharmacist, an Honourable Dedication


Who doesn’t want to be good scientist? If there were some people graduated from Faculty of Pharmacy UGM, may be someone like me now or someday, you can count on me that countable people don’t want to be a scientist. We are actually scientists. If we aren’t, you will find us fail to be a pharmacist. So, what the parameters are to be pharmacist? Many things, may you not need to know much. Especially for me, pharmacist and scientist are two kinds of profession called dedication. It is an honor how to be able to help others. Let’s go to read this true story :
Tragedi Thalidomide  -------------- Integritas ilmuwan
Awal 1950-an, Perusahaan Farmasi Jerman mengeluarkan produk obat tidur (sedative-hypnotics) baru: Thade. Klaim untuk Thalidomide, non adiktif, no hangover, aman bagi wanita hamil, toksisitasnya rendah (relatif erhadap Barbiturat). Tahun 1957, Thalidomide dijual bebas di seluruh Jerman. Tahun 1960, Thalidomide dipasarkan di seluruh Eropa, Amerika Latin, dan Kanada. September 1960, Richardson-Merrell Pharmaceutical Company mengajukan permohonan kepada FDA untuk menjual thalidomide di AS, dengan nama dagang Kedavon. Dr Frances O. Kelsey (in this reality story, she plays a main role here) diminta oleh FDA untuk memeriksa/meneliti Thalidomide (Kedavon). Berdasarkan penelitian dan temuan Dr. Frances O. Kelsey :

  • Thalidomide tidak mempunyai efek menidurkan (sedative) terhadap tikus percobaan.
  • Thalidomide mempunyai efek mengganggu saraf perifer binatang percobaan. Dengan demikian, menurut perasaan Kelsay, thalidomide akan mempunyai efek yang tidak baik terhadap janin. 
Sehingga REKOMENDASI KELSEY: Thalidomide tidak boleh masuk pasar AS.


Atas desakan Richardson-Merrell, Boss FDA meminta Dr. Frances Kelsey untuk mengubah Rekomendasinya, dengan memberikan peringatan: ‘tidak boleh diminum oleh wanita hamil’, dan segera menyetujui thalidomide untuk masuk pasar AS. Dr. Kelsey menolak usulan Boss FDA, dengan alasan: Thalidomide tidak mempunyai efek menidurkan, membahayakan janin, dan pernyataan bahwa toksisitasnya rendah sangat keliru. Pernyataan itu berdasarkan indikasi kurang larutnya obat tsb., sehingga apabila thalidomide dpt dibuat larut, maka ‘ia yakin’ toksisitasnya tentu tinggi.
Dr. Joseph Murry dari Richardson-Merrell menjadi sangat kesal dengan sikap over hari-hati Dr. Kelsey. Dr.Murry melakukan tekanan kepada Dr. Kelsey dengan cara mendatangi dia secara langsung atau dengan melalui tangan-tangan atasan-nya di FDA. Boss FDA pun akhirnya memberikan tekanan kepada Dr. Kelsey, bahwa sebelum Natal Desember 1960, rekomendasi tentang thalidomide harus sudah diubah untuk merilis obat tsb di pasar AS.
Dr. Frances Kelsey tetap merekomendasikan untuk tidak memasukkan thalidomide ke pasar AS. Dia kemudian mendapatkan julukan stubborn lady. Bulan Desember 1960, sebelum Natal, British Medical Journal melaporkan, bahwa ibu-ibu hamil di seluruh Eropa,yang minum obat thalidomide melahirkan bayi-bayi yang cacat. 10.000 bayi-bayi yang lahir di 46 negara (Eropa, Kanada, dan Amerika Latin) mengalami cacat fisik, karena ibunya minum thalidomide. Amerika Serikat selamat dari tragedi itu, karena integritas yang tinggi dari seorang ilmuwati-nya: Dr. Frances Oldham Kelsey.
Agustus 7, 1962, di White House, Presiden JF Kennedy menganugerahkan kehormatan teringgi: The Medal for Distinguish Federal Civilian Service kepada Dr. Frances O. Kelsey. Hampir 40 tahun kemudian, Oktober 7, 2000, Dr. Kelsey diangkat menjadi anggota National Women’s Hall of Fame di Seneca Falls, New York.

I got to hear the story from my lecturer, Prof. Dr. Umar Anggara Jennie, who has come back to campus after assignment for years being a chief of LIPPI center, Jakarta. I remember, we all were clapping with the hands for giving applause in the end of the story. Prof. Umar was very attractive giving the story telling. We all, who hear, were dazzled.

How could we be anxious to be a truly scientist? Just do our best. Just face the real reality in front of us NOW. We do our deeds, it may like a piece of philosophy from Peter Singer, “We have to take the first step. We must reinstate the idea of living an ethical life as a realistic and viable alternative to the present dominance of materialist self-interest”.

Jumat, 10 September 2010

Akhlak Nabi Muhammad SAW

Nabi SAW tdk melepaskan tangannya saat berjabat sebelum mitranya melepasnya.
Nabi SAW tidak pernah mengulurkan kaki di hadapan sahabat2nya.
Nabi SAW menoleh dgn seluruh badannya, menunjuk dgn seluruh jarinya.
Nabi SAW berbicara perlahan dgn dialek mitra bicaranya.
Nabi SAW kalau berbicara sesekali menggigit bibir tanda berpikir, menepuk telapak kiri dgn jari telunjuk.
Cetusan yg plg buruk dlm percakapan Nabi SAW; "Apa yg terjadi pada org itu? Semoga dahinya berlumur lumpur."
Harta Nabi SAW yg plg mewah adl sepasang alas kaki berwarna kuning, hadiah dari Negus, penguasa Abissinia.
Nabi SAW tinggal di pondok kecil beratap jerami yg kamar2nya dipisahkan oleh batang2 pohon yg direkat dgn lumpur bercampur kapur.
Nabi SAW sendiri yg menyalakan api, mengepel lantai, memerah susu dan menjahit alas kakinya yg putus.
Santapan Nabi SAW yg plg mewah, meski jrg dinikmatinya, adl madu, susu dan lengan kambing.
Nabi SAW tidak pernah sakit gigi, karena beliau bersiwak tidak kurang dari 10x sehari.
Nabi SAW gagah berani, memiliki senyum yg sgt memikat dan malu mempermalukan orang. Senyum Nabi SAW menyejukkan, dilukiskan sbg butir salju di oase.
Nabi SAW menghimpun dlm dirinya 4 tipe manusia scr sempurna, pekerja, pemikir, pengabdi Allah dan seniman.
Nabi SAW selalu memilih yg termudah, selama halal, bila berhadapan dgn pilihan.