Senin, 26 April 2010

getting mad

Lagi marah ini, sebel sama diri sendiri.

Kasian sama laptop item, semata wayang

Gara-gara bodoh, bertingkah nggak bener, matiin sak enak udel, bisa-bisa dia mati.

Padahal belinya suka cita karena kemurahatian bapak ngeluarin uang.

Walo cuma 3,5 juta, itu bagiku bukan uang dikit.

Aku nggak bisa ngedapetin uang segitu dengan keringatku sendiri, saat itu.

Ngos-ngosan tau gara-gara keprimitifan bapak, ngerayunya minta ampun sulitnya.

Aku suka jalanin laptop tanpa batere, namun aku udah pake UPS.

Pertama, tadi, mati lampu.

Dan saat laptopku masih nyala sedemikian terangnya, tiba-tiba keponakanku matiin tuh UPS sekonyong-konyong, kaget liat laptopku langsung mati di depanku.

Marah….

Namun sama siapa harus marah.

Udah beberapa kali kayak gitu! Gimana nasib benda kecil ini…..

Kedua, lagi nge-charge, kutinggal tidur. Biasanya 3 jam selese, aku bangun pada 2 jamnya, bersiap-siap 1 jamnya nyopot chargernya dari listrik, biar dia nggak sengsara lagi.

Tau-tau di depan UPS, aku ngedapetin si charger udah copot gitu dari stop kontak di UPS! Aaaaawwh…!

Dia nggak dapet asupan gizi listrik penuh lagi, kasian…

Ketiga, aku copot baterenya lagi, kukira udah nyalur listriknya, ternyata belum, dan tau nggak sih, aku ninggalinnya dalam keadaan stand by gitu…….. jadi mati mendadak lagi sistem di dalemnya kan… padahal itu nggak baik,

Dia bisa langsung sekarat kalo kayak gini terus, bodohnya aku.

Hadiah dari bapak aku sia-siakan kayak gini, padahal, jarang banget bapak kasih hadiah!

Kalo sistemnya eror dan irreversible… aku bisa2 kecewa seumur hidup.

Mungkin bapak ato laptop ini, ato semua orang berpikir biasa saja.

tapi ini nggak biasa buatku,

rasanya pingin aja minta maaf, tapi sama siapa

rasanya pingin marah juga, tapi sama siapa

sensi … hiks

maafkan hambaMu ini ya Allah karena terpancing amarah.

Minggu, 25 April 2010

Fever Medication

Tulisan ini saya dedikasikan teruntuk almarhumah Sofi kecil. Sebelumnya turut berduka cita kepada keluarga dik Sofi kecil, kemenakannya Bumi. Kabarnya Senin pagi kemarin meninggal karena demam. Allah Maha Adil, Dia menciptakan fenomena bukan tanpa alasan. Percaya saja, bahwa Dia tengah memberikan yang terbaik untuk semua yang menyayangi Sofi. Sofi kecil, pasti juga tengah berbahagia di alam sana.

Di sini, sebagai calon ahli obat, saya mencoba membeberkan tentang sesuatu yang berhubungan dengan kata ‘demam’. Saya berilmiah bukan tanpa dasar yang jelas, karena dulu sewaktu semester 1 saya pernah mengikuti kuliah anatomi fisiologi manusia. Dan beberapa kali sempat membuka literatur Guyton Book terbitan IGC.

Demam adalah sakit yang umum diderita seseorang bukan? Ya demam adalah kondisi sakit yang sangat umum diderita seseorang. Namun hati-hati bila demam menyerang anak-anak. Apalagi balita. Kenapa hati-hati?

Begini, anak memang rentan terhadap infeksi virus seperti pilek/flu/salesma. Karena sistem imunnya belum terbangun secara sempurna. Oleh karena itu dapat dimengerti mengapa anak kerap mengalami demam. Hipocrates menyatakan Heat is the immortal substance of life endowed with intelligence. However, heat must also be refrigerated by respiration and kept within bounds if the source of the principle of life is to persist: For if refrigeration is not provided, the heat will consume itself.

Karena demam berhubungan dengan suhu tubuh, sebelumnya dijelaskan dulu mekanisme pengaturan suhu tubuh oleh hipotalamus. Yaitu : bila suhu di luar dingin, hipotalamus membuat program agar kita tidak merasa kedinginan, caranya dengan menaikkan suhu tubuh dengan menggigil atau dengan mengerutkan pembuluh darah. Sehingga saat cuaca dingin kita akan menggigil dan tampak pucat kan. Saat suhu di luar panas, hipotalamus menurunkan suhu tubuh untuk mencegah heat stroke. Caranya dengan mengeluarkan panas tubuh dengan penguapan seperti berkeringat, pelebaran pembuluh darah, dan percepatan pernafasan. Maka saat kepanasan kita akan berkeringat dan flushing (kemerah-merahan).

Demam merupakan kondisi fungsional (Fever is fungsional), artinya demam itu membantu kita melawan infeksi yang tengah terjadi. Jadi demam berfungsi sebagai peringatan untuk memberitahukan bahwa ada sesuatu yang tengah terjadi di dalam tubuh kita. Menurut literatur, demam adalah kondisi dimana otak mematok suhu tubuh di atas normal (>38°C). Karena tuntutan tersebut maka tubuh (hipotalamus memerintahkan) memproduksi panas yang prosesnya terdiri dari 3 fase :

1. Menggigil sampai suhu tubuh mencapai titik puncaknya. Menggigil merupakan kontraksi otot secara kuat dan lalu lemah bergantian, secara sinkron terjadi kontraksi pada group-group kecil motor unit atau seluruh otot. Saat menggigil kadang terjadi kontraksi secara simultan sehingga seluruh badan kaku dan terjadi spasme. Menggigil efektif untuk pembentukan panas.

2. Suhu konstan sampai beberapa waktu

3. Suhu turun

Bagaimana hipotalamus bisa memerintahkan untuk membentuk panas? Pasti ada yang memberi sinyal. Tentu ada, dan sinyal itu adalah sebuah material pirogen yang dihasilkan tubuh sendiri (pirogen endogen) maupun pirogen dari luar (pirogen eksogen). Secara bahasan ilmiah, demam timbul sebagai respons terhadap pembentukan interleukin-1, yang disebut pirogen endogen. Interleukin-1 dibebaskan oleh neutrofil aktif, makrofag, dan sel-sel yang mengalami cedera. Interleukin-1 tampaknya menyebabkan panas dengan menghasilkan prostaglandin yang merangsang hipotalamus. Sedangkan pirogen eksogen adalah lipopolisakarida dinding bakteri gram negatif yang tak mempan dimusnahkan oleh suhu sterilisasi. Bakterinya sudah mati, namun sisa dinding bakteri-nya menyebabkan seseorang terkena demam. Maka biasanya sediaan farmasi maupun alat-alat medis yang berhubungan dengan darah maupun cairan cerebrospinal harus lolos uji pirogenitas dulu sebelum digunakan, agar tidak menyebabkan infeksi.


Apa yang menyebabkan terjadinya peningkatan pembentukan pirogen? Banyak, antara lain infeksi, radang, keganasan, alergi, teething, dll. Radang (inflamasi) bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, dan parasit lainnya. Pada anak, kebanyakan disebabkan virus karena sistem imun anak belum terbangun sempurna. Infeksi sendiri adalah masuknya jasad renik ke dalam tubuh yang umumnya parasit dan membahayakan. Penyebab radang non-infeksi adalah alergi, trauma, teething (tumbuh gigi), maupun penyakit autoimun (kesalahan program dalam tubuh, dimana organ tubuh dianggap musuh dan diserang oleh sistem imun tubuh itu sendri).


Nah sudah tau kan gimana demam bisa terjadi? Sekarang akan dibahas cara menangani demam terutama untuk anak-anak. Sebenarnya simpel. Biasanya saat konsultasi kesehatan ahli medis menyarankan untuk memperbanyak minum. Ini untuk mencegah dehidrasi karena saat demam kita kepanasan dan mengeluarkan banyak keringat setelah menggigil atau paling nggak banyak air yang menguap. Kemudian di kompres dengan air es dan memakai pakaian tipis agar nggak terjadi heat stroke. Saat suhu tubuh anak diatas 39°C seringkali terjadi kejang demam, oleh karena itu dianjurkan orang tua sedia termometer di rumah untuk memantau suhu panas anak. Karena kejang ini tanda bahaya. Segera konsultasi ke dokter bila sudah mencapai kondisi seperti ini. Jangan sampai telat. Untuk mencegah kenaikan panas, baik pula diberi obat penurun panas seperti parasetamol, acetosal, ibuprofen, atau metamizol dengan dosis tertentu. Biasanya obat flu sudah mengandung obat penurun panas, oleh karena itu jangan memakai obat flu dengan obat penurun panas bersamaan karena bisa menyebabkan overdosis.


Sebagai konsumen obat yang rasional, tentu kita harus menjauhi konsep a pill for an ill. Karena yang terpenting adalah kita mengetahui penyebab sakit kemudian menghindarinya. Kesehatan itu mahal harganya, tidak bisa dibeli dengan uang. Bila kita rasional kita harus menyadari bahwa obat bukan selalu merupakan jawaban bila kita sakit, karena pada dasarnya semua obat meracuni tubuh. Tapi juga jangan saklek terlalu berprinsip, intinya kita harus rasional dan flexibel.

Rabu, 21 April 2010

When We Say Apology



Ketika kita meminta maaf, apa yang kita rasakan? Ketika kita meminta maaf dan sesering kita meminta maaf, sesering itu pulakah kita benar-benar tengah menghayati “sebentuk apakah sebenarnya kalimat yang sedang kita ungkapkan?”

Maaf adalah kata untuk mengungkapkan penyesalan terhadap sebuah kesalahan. Sudah tersurat dan tersirat di kitab suci bahwa bila kita meminta maaf, maka Tuhan pasti memaafkan. Itu teknis. Kuberitahukan pada kalian semua dari yang aku tahu sehabis aku mencari tahu. Inti dari maaf adalah kejelasan terhadap apa yang salah, siapa yang tersalahi, dan tindakan setelah permintaan maaf itu diungkapkan.

Lucu deh yaa, bila kita mendengar atau paling nggak sekedar tahu, ada seorang pemimpin sedang mengungkapkan permintaan maaf namun tak ‘merasa’ bersalah, ataupun tak berniat memperbaiki kesalahannya.

Jadi inget kata-kata guru bahasa inggris saya sewaktu SMA ketika jengkel karena ada muridnya tak menghargai arti kata disiplin, waktu, serta orang-orang di sekelilingnya,

"You need forgiveness from me?? I have a lot!!"

Jumat, 16 April 2010

My Fav : Catatan Kuliah S.O

dari semua catatan kuliahku,
aku begitu nge-fans sama loose-leaf yang berisi catatan Sintesis Organik
tak lain dan tak bukan adalah karena isinya minim huruf
apalagi, penuh dengan kotak-kotak segi enem
yang ketika aku menggambarnya sangat dengan sepenuh hati :d


yang nyempil di atas ini,
tablet parasetamol pertama yang aku buat di Lab. sediaan padat Unit III , haha... (buangga! :p)












































di sini, ada permainan menarik dan salah satu hobiku adalah nge-game permainan itu
yaitu
serangan nukleofil ke elektrofil target.
itutuuh yang ada panah-panahnya.
menggambarkan sebuah serangan nukleofil.kalo udah gitu... aku betaaah banget ngumpet bersama kertas-kertas putih berjam-jam
menghasilkan coretan-coretan seperti ini.
kalau kupandang semakin kupandang, kok cantik yak!!!
haha... *piss*
yang seperti ininih, kalau bukan orang yang super gemar coret-coret
nggak bakal lulus yang namanya mata kuliah ORGANIK!


Jumat, 19 Maret 2010

Jemu lalu Puas !!!

Such a contrary and real, sure.

Today, if you saw me in my campus you’d get me with a deathly pale face sticked out. That was all about the hectic administration. Fancy this,

1. PKM, aku terlanjur berkelompok sama orang-orang yang berkepentingan NGGAK SENADA sama kepentinganku. So, aku amat sangat terepotkan mengurus ini itu, dan akhirnya banyak yang kukerjakan sendiri. Yah, mo gimana, mo nyalahin siapa, tak panteslah aku mengeluh berat-berat soal ini.

2. Mengenai proses penulisan betapa aku teribetkan dengan administrasi PKM tahun 2010 ini, sungguh peraturan yang amat-sangat membingungkan. Kuanggap ini adalah keluhan bersama-sama. Jadi seluruh mahasiswa memang kesulitan dan hobi nanya ini itu ke yang lain, yang lain ke yang lainnya dan seterusnya. Akibat : PEMBOROSAN KERTAS!!! Oooh aku sangat benci bila kertas dibuang-buang. Apalagi hanya karena kesalahan SEHURUF aja harus ganti kertas 8 lembar dan PKM jadi nggak diterima DIKTI. Hoooah really unduly!!!

3. Well, seharian tadi taukah apa yang kukerjakan? Kukira malam ini aku bisa tidur nyenyak karena part time-ku bisa selesai senja. The fact was all out outline. Jadi sehari tadi kerjaanku adalah menunggu kesibukan dosen pembimbingku menyisakan sedikit celah untukku yang anak didiknya ini. Empat setengah jam, chuy! Dan itu bukan penantian yang berasa ‘piquant’ gitu yaa, itu tuh penugguan yang melelahkan dan berdampak out of control. Tiap setengah jam aku cek ruangannya apakah sang bapak sudah kelar. Soalnya apa? Kutelfonin malah masuk mailbox, disms kaga nyampe gara-gara si lambreta indosat waktu itu. Oh teramat menyebalkaaaannnhh. Mengapa ini melelahkan? Kantor sang bapak itu dua bijis, dan berada di gedung yang antaranya juauuuh kalo dipake buat jalan kaki. Belum lagi posisinya di lantai 3!! Dan yang lebih parah lagi, aku mondar-mandirnya sendirian tanpa seorang kawan. What to be done yaa, miseryiiiii ToT’,, semuanya juga lagi pada sibuk tak mau terganggu. Udah kubilang kan, kelompok PKM-ku nggak senada kepentingan maupun jadwalnya denganku. Huuuuffh, bener-bener capek pikiran dan perasaan. …………kata menyerah pun menggelayut manja, kulihat matahari di atas kampus membakar pemandangan, suram sejenak…….. hmhm tinggal dua-tiga langkah lagi sebenarnya semua akan beres. Tapi mengapa begitu sulit???

And, today if you saw me on this scence you’d get me with a lovely face because of unsaturated smiles.

Setelah hamper putus asa gara-gara belum dapat pengesahan dari dosen *hari terakhir pengumpulan jewh!*, dalam kemondar-mandiranku antara unit 1 dan unit 3 dengan melintasi kantin gara-gara pingin jus melon, dapatlah undangan suara untuk bercengkrama dengan abang napong berkawan abang adit di gazebo kantin. Ngobrol ngalooor ngiduuuul, lumayan mengobati ‘kesendirian’. Karena saat itu kampus sepi dengan aku yang suram sangat bersinergi mensintesis kesenduan. Bener-bener lonaaaa….!!!! Si abang napong itu, kemana dia pergi selalu membawa wajah rame yang tak dimiliki wajah rame lainnya. Thanks so…!

Untuk yang terakhir kalinya aku cek keberadaan pak dosen di unit 1, nggak ada… hmmmh udah pingin balik ke rumah aja ini rasa, nguantuknya minta ampuuunn. Kuputuskan nggak menelefon tapi sms saja, “Bapak sedang ada dimana?di mana pun saya akan kesana.” Hahaha mekso sekali yah.


Tak lama kemudian dibales, “hehehe jangan putus asa ya mbak mencari saya. Silakan ketemu saya di Fak. Filsafat, auditorium lantai 3. Saya lagi ada meeting. Nanti saya luangkan waktu.” Oooooowwwh you break my desparate bapaaaaaaak!!! My clear sky is so much cloudless anew.


Di Filsafat,tak susah kucari gedung yang kutuju, tepat di depan kampus Psikologi, tepat di atas masjid psiko-filsafat. Saat menyambut kedatanganku, face pak dosen aneh deh, sembari bertanya “mana temenmu yang lain?sendiri kesini?”, kujawab deh “eh, sedang pada praktikum pak, ngga bisa ikut”, hmmmhhhh *nggak tau kan pak, kalu dari tadi saya tuh mondar-mandir sendirian geje hanya untuk menanti tangan bapak menandatangi paper saya… hiks*.


Beliau baca-baca sebentar dan mengangguk-angguk, “sudah nggak salah lagi formatnya?awas lho jangan kalah sebelum bertanding”


“ow, sudah pak, sudah saya pastikan sesuai dengan SOP.” Setelah semuanya tertandatangani, lega.


Kata-kata terakhir bapaknya, “yaa semuanya memang nggak semudah membalikkan telapak tangan, kau harus belajar untuk mau susah. Saya kira judulnya sudah bombastis karena sangat up to date. Daftar pustakanya pun juga terbit baru-baru ini kan, saya nggak tahu gimana final gagasan yang kamu tulis, karena nggak sempat melanjutkan memeriksa. Lain kali kalau buat karya tulis dan saya jadi the choose one buat mbimbing, hubungi saya lebih awal ya! nah, mau ke pak Edy kan?, hati-hati di jalan, semoga nggak hujan”.


Uwaaaaaaooooh kata-kata itu adalah mata air, snow ball pun bergulir, konayuki!! Hmhmhm senangku tak berujung. Pas di kampus, menemui Pak Edy, Wakil Dekan Kemahasiswaan kami, sebagai pengesahan terakhir dari pihak fakultas akhirnya tertandatangani juga. Tapi masak ya, beliau bilang gini deh “Ooo kamu angkatan 2008?? Masih kecil ya… kecil-kecil udah buat PKM, independence lagi. Bisa ya?” hiiih ngledek bapak ya… tentu aja bisa, lha ini sudah jadi. “kalau Cuma buat bisalah Pak, hasilnya wallahu a’lam. Karena saya pribadi nggak bisa memparameteri nilainya.”


Kemudian aku ke rektorat jalan kaki nyeberang jakal, rektorat sore bener-bener horror. Apalagi saat itu awan kelabu menyelimuti kampus. Berjalan aku sendirian menyusuri lorong-lorong kastil. Suasana kastil bener-bener muram durja. Sewaktu melintasi balairung, gerimis pun merebah. Haduuh hujan, jangan dulu donk, tinggal selangkah lagi urusanku selesai please! Akhirnya sampai juga di bagian kemahasiswaan. Antreeeeenyaaaa…. I got into line. Kuserahkan hard-saftcopy GT-ku. Masuk entri. YESS!!! Akhirnya.


Alhamdulillah, Begini saja aku sudah senang, gimana nanti kalau menang :)

Sekarang, kutuliskan hikmahnya ya :


Aku sadar nih ya, saat kita merasa putus asa dan sangat kesusahan, saat merasa tak ada lagi harapan untuk terus berjuang, maka janganlah dirasakan kesusahan itu. Jangan biarkan kesusahan itu menjadi penghambat karena akan dapat merusak segalanya, meluruhkan cita-cita yang udah terbangun setinggi langit. Pikirkan saja, bahwa setelah nanti kita mendapat kesenangan, kita pasti lupa dengan segala kesusahan yang tengah menimpa kita itu. Saat kita mendapat kesenangan, kita kan merasa bahwa kita senang, nggak susah dan semuanya mudah dirasa… nah, pikirkan saja hal itu.


Jangan berpikir kalau kita teraniaya kemudian balas dendam dengan melakukan refreshing sebelum semuanya terlaksana sampai titik darah penghabisan, itu berarti kita menyerah. Walaupun dengan refreshing kita dapat senang bahagia dan mudah, tapi itulah kebahagiaan semu. Kita tak akan mendapatkan apa-apa, tak mengecap betapa manisnya perjuangan itu. Yang seperti itu namanya pecundang. Kita tak mendapatkan kepuasan dari jerih payah kita. Maka saat kita susah, pikirkan kita bisa melewati kesusahan itu sampai akhir dan pasti akan ada kesenangan yang rasanya nikmat sekali. Yang membuat susah ini tak berasa susah lagi, yang membuat susah ini bukan apa-apa lagi.


Dan apabila nanti gagal dalam hasilnya, maka belajarlah menerima. Gagal bukanlah apa-apa melainkan pelajaran yang menempamu menjadi seorang manusia yang besar, yang mulia di mata Tuhan. Bersyukur saja, karena semakin banyak kegagalan, semakin banyaklah ilmu kita. Kegagalan menunjukkan bahwa kita memang belum diizinkan berhasil, kita belum pantas berhasil. Bila kita sadar, kita sebenarnya diharuskan untuk menjadi seorang yang pantas menerima keberhasilan. Karena kita hidup mempunyai hak yang sama, mempunyai jatah anugerah yang sama dengan yang lain. Tinggal usaha dan proseslah yang membedakan kita dengan yang lain.