Jumat, 06 Juli 2012

Marriage ~ AlissaWahid

13th lalu, jam segini panik krn ada rombongan2 bis datang utk hadiri pernikahan. Tanpa EO, semua diurus sdr (salahnya koleris). Inget banget, ditelpon orang dimarah2in krn hanya undang kyai senior2. "Tdk boleh pilih2 begitu, kan yg mau hormat banyak!". Ada 2 hal yang disampaikan Bapak & Ibu yang betul2 berbekas untuk saya dalam proses pernikahan itu. Dari Ibu pas menolak acara cuci kaki suami: "Saya tidak membesarkan anak2 perempuan sy utk mjd hamba lelaki manapun!". Dari Bapak soal undangan, "Tidak boleh ada VIP-VIPan. Semua tamu undangan itu VIP buat saya!". Wuih.. Dari Ibu sy belajar ttg martabat perempuan. Ibu sy sgt hormat pada Bapak, dan diwujudkan dlm hubungan yg setara. Dari Bapak, saya belajar tentang martabat manusia, bahwa kita semua sama sederajat dalam kemanusiaan kita. Di mana tak ada salahsatu yg dianggap lbh rendah.
Bpk-Ibu saya berbagi tugas. RT @chalifahrum: hubungan yg setara gmn maksudnya?
Sangu untuk saya memasuki gerbang pernikahan dari Bapak Ibu saya 13tahun lalu itu benar2 tak ternilai. I am blessed. Genap 13tahun ikatan di hadapan Tuhan ini. Mensyukuri jalan berliku lalui padang lembang bukit kehidupan bersama. We are blessed.
Love is a choice. You built the marriage on it. To get at this point, we shed tears of joy, sadness, hurt, and pain. And we understand, it would be a long-life process.
Jangan berpuas diri dengan berkah berupa pasangan & hubungan yang baik. Manusia berubah, hubungan pun berubah. #marriage Cinta & hubungan adl hasil dari katakerja mencintai. Kl tak lakukan kerjanya, ya wujudnya pun menghilang perlahan. #marriage Apapun kondisi #marriage saat ini, kita punya andil. Bukan hanya akibat 'kelakuan' pasangan. Stop blaming, start working.
Kalau sedang mendampingi pasangan yg bermasalah #marriage, paling sedih melihat yg satu 100% salahkan pasangannya. Sejelek2nya sikap pasangan kita, pasti ada andil kita. Setidaknya andil membiarkan dia terus begitu. #marriage
Remember, there are 3 ways to deal with any situation: Change, Accept & Adapt, or Get Out. Our responsibility to choose.
Jam terbang proses yg menentukan kematangan itu mbak @TitiRusdi, jgn dikira aku bs begini sejak awal, he3x. Berdarah2 :)
Asal tdk ada aspek pelanggaran kemanusiaan, sy selalu percaya semua #marriage pd dasarnya bisa diperbaiki. Ada harganya. Dr byk klien+teman yg sy dampingi, org yg matang lebih cepat 'merevitalisasi' #marriage -nya krn mau bayar harga proses. 
In #marriage, you lose some of yourself to get a great sum of togetherness. Be willing to give, before you receive.
Penipuan, kekerasan fisik/psikis. RT @navayette: pelanggaran kemanusiaan contohnya apa aja mba? #marriage
Tiap #marriage akan alami masa mepet di pinggir jurang. Tentukan sejak skr, apa pagar terakhir yg tak akan dilewati. Contoh pagar jurang #marriage : tidak berucap 'Cerai!' | tidak kabur dr rumah | tidak memukul | dll. Sepakati dg pasangan. Memang #marriage itu hubungan yg paling penting. Ia bisa memperkaya hidup kita, bisa juga merusak. Krn itu ia rapuh.
Terhadap pasangan: lihatlah kelebihannya. Terhadap diri sdr: lihatlah kelemahan kita. Jangan dibalik. #marriage  Terima kelemahan dia spt kita menerima kelemahan kita. Sering lupa kelemahan kita kan? Sering minta dimaklumi? #marriage Fokuskan, kagumi, dukung kelebihan dia spt kita membanggakan kelebihan kita. Sering dibesar2kan to? Nah sama. #marriage Bukan cintanya, tetapi kebahagiaan yang bisa tercipta karena cinta yang ada. #marriage Ingat selalu, wujud cinta bagi lelaki adl dihormati oleh istrinya; bagi perempuan adl disayangi oleh suaminya. #marriage Dihormati oleh istri adalah sumber rasa aman & harga diri suami. Itu yg ia perlukan utk bisa menaklukan dunia. #marriage Krn dihormati istri, lelaki akan merasa yakin pd dirinya. Lelaki yg pede akan bisa mencapai banyak hal. #marriage Dan buat istri, perasaan disayang/dicintai-lah yg jadi modalnya utk merasa aman. Saat ia secure, surgalah dunia. #marriage Jgn remehkan kekuatan cinta bagi perempuan. Apa kurang byk kisah2 inspiratif & destruktif soal ini? :) #marriage Banyak suami yg mati2an kerjakeras utk keluarganya, krn ini caranya menunjukkan bhw cinta pd istri & anak2. #marriage
 Ya betul soal kesejahteraan itu adl jaminan security buat istri. Tapi bilang 'sayang'nya tetap puenting.. #marriage Jgn spt teman sy: 'ah, istri sy tahu kok, sy cinta dia. Kl nggak, masa sy nikahi? Sy tunjukkan ddg tindakan.' #marriage Tanya dulu aja ke istri, dia oke nggak tanpa kata-kata? Jangan paksa istri mengerti tanpa rembugan. #marriage Jangan berharap pasangan dg sendirinya mengerti apa yg kita mau. Dia kan bukan dukun... #marriage Seringnya kita minta permakluman ke pasangan dengan kalimat "Harusnya kamu tau dong aku kan bla3x..." #marriage Tapi kl diminta permakluman oleh pasangan, kita jawab "ya mana aku tau kamu pengennya bla3x kl kamu nggak bilang" 
#YangPerluDihindari: membandingkan pasangan dengan orang lain, apalagi di depan dia & orang lain. #marriage  
#YangPerluDihindari: "Apa-apa aku. Cari uang, aku. Ngurus anak, aku. Benerin lampu, aku. Kenapa semua hrs aku?" #marriage# 
#YangPerluDihindari: masih menyerahkan keputusan keluarga kpd pihak luar spt orangtua. Itu tak sehat utk pasangan. #marriage 
#YangPerluDihindari: membawa luka dari hubungan terdahulu ke dalam #marriage, dan 'memaksa' pasangan menerima. 
#YangPerluDihindari: berkata "ya aku memang begini, tinggal kamu nerima atau tidak!" Itu tak adil bagi dia. #marriage 
Mentor sy bilang: "lelaki selalu tenang bila merasa mampu mengendalikan segala di sekitarnya, t'utama keluarga" #marriage Respek dr istri membuat suami merasa segalanya ada dlm lingkar kendali, shg ia merasa aman. Jadi pede deh. #marriage Suami yg merasa direspek » harga dirinya baik » tdk takut kerja keras & tantangan » sukses. Ini rumus. #marriage Lelaki itu paling rapuh justru thd istrinya. Kalau istri bisa membuat ia feel good, jiwanya seakan punya rumah. #marriage Kalau tidak, suami akan merasa hilang kendali di rumah. Insecurity-nya muncul & akan cari 'rumah baru' #marriage 'Rumah baru' suami bisa berupa abis2an di kantor, sibuk dg hobi, lari ke judi/mabuk. Hanya utk sense of control #marriage Bgm dg perempuan lain sbg 'rumah baru'? Bisa, tp hrs hati2. Tak semua perselingkuhan tjd krn lelaki tdk direspek #marriage Bgmn respek suami? Dg percaya pd kemampuan & judgementnya, dg tdk merendahkannya, dg tdk bersikap sok benar. #marriage Bgmn respek suami? Dg meneladankan pd anak2 bgmn kita menghormati ayahnya, tidak menegasikannya di depan publik, #marriage 
Wow, lg nonton Undercover Boss, dpt contoh lgs bgmn seorang istri mensupport suami yg lg emosional urusan kerja #marriage Si suami curhat & istrinya jwb 'iya, tantangan itu bikin kamu jd bos yg baik, ayah yg hebat, suami yg reliable' #marriage Nah gitu contoh membangun harga diri suami, shg ia merasa bs lakukan apapun di dunia. Bukan menjilat lho ya. #marriage Atas rikwes dik AmalJariyah, kita senggol dikit soal menghadapi istri deh ya..
Bgmn menyayangi istri? Beri perhatian sesuai bahasa kasihnya: hadiah/waktu/sentuhan/pelayanan/kata2pendukung #marriage 
Bgmn menyayangi istri? Dg peka thd sumber rasa amannya yaitu merasa nyambung dg (dunia) suaminya. Cerita2lah. #marriage 
Saat istri emosional, jgn menasehati atau tawarkan solusi. Yg ia butuh hanya merasa dipahami & disayangi. #marriage Peluk saja istri, sambil dengarkan dia ngomyang. It's enough. Etapi jgn sambil mikirin kerjaan/lain. Dengarkan. #marriage Suami yg merasa direspek shg ia mampu menaklukkan dunianya, dan istri yg merasa aman krn dicintai. What a #marriage
Last pieces for this marathon twitday on #marriage. Pasangan kita adl belahan hidup kita. Maka pahami impiannya,prinsip hidupnya,prioritasnya. Selaraskan dg kita. #marriage Kita mengikatkan diri di hadapan Tuhan karena kita ingin kehidupan yg lebih baik, krn cinta yg kita miliki. #marriage Maka saat kita berada di jalan terjal pernikahan & tergoda utk menyerah, kembalilah ingat niat mulia itu. #marriage 
When things don't go the way we want, the option of quitting, at a glance, always looks like sweet relief. #marriage Just be sure you understand what you're letting go of.... #marriage Just hang on, hold on together..and your fight for love will make you stronger as a person, a family.. #marriage Selalu luangkan waktu utk membangun #marriage, itu investasi terbesar utk kita, anak2, dan komunitas kita. #marriage
Sekian marathon #marriage twitday. Pol beratnya, semoga sebanding dg manfaatnya.. Have a great life, twends!

Kita berharap buuuanyak dari pasangan & #marriage, dan lalu diri kita pun sering tersandera olehnya. Jadi rapuh juga.

Kamis, 21 Juni 2012

Kedalaman dan Permukaan

Dunia ini ada dengan segala kerumitannya, hal ini tidak dapat dipungkiri. Apalagi bagi manusia yang memiliki akal untuk berfikir. Kita hidup selalu saja menemui kesulitan-kesulitan, jalan manusia memang tidaklah mudah.

Ketika kita dihadapkan pada kerumitan, untuk masuk ke dalam kerumitan saja susah. Oleh karenanya, kita sering memilih jalan yang mudah-mudah saja. Keluar dari kerumitan pun sama susahnya dengan saat kita memasukinya. Saat masuk, kita dihadapkan pada kebingungan-kebingungan karena otak kita belum pernah menjangkaunya. Namun, banyak juga orang yang berhasil memasuki kerumitan itu karena mereka berani gagal dan tidak mau menyerah. Hingga pada akhirnya, seolah ada yang membuka tabir dari kebuntuan-kebuntuan, orang menamakannya Hidayah. Kemudian, mengapa pula kita harus keluar dari kerumitan? Sudah capek-capek masuk, penuh pengorbanan pula. Jadilah pertanyaan baru, apa nggak capek kita hidup dalam kerumitan terus menerus? Apakah yang kita cari benar-benar ada di dalam kerumitan-kerumitan itu?

Adakalanya kita perlu merenung, sebenarnya apa tujuan kita memasuki kerumitan-kerumitan itu? Bagi saya, kerumitan-kerumitan itu perlu kita lewati. Darinya kita dapat merasakan kedalaman hidup, hidup ini seperti apakah… kita akan memiliki alasan, mengapa kita harus mensyukuri hidup ini dan memperjuangkannya, dengan begitu kita akan menjadi lebih ikhlas.

Dengan memasuki kerumitan, kita seperti menggali lubang dalam tanah tandus untuk mempersiapkan misalkan apabila ada hujan maka tak akan dilanda banjir karena kita telah membuat lubang peresap air. Analogi lain, kerumitan itu seperti dasar samudra. Semakin kedalam laut, tekanan semakin besar, juga semakin gelap karena minimalnya cahaya matahari. Seorang penyelam untuk mencapai dasar laut pun harus berani dengan tantangan itu, belum bila harus berhadapan dengan ikan-ikan buas atau makhluk-makhluk beracun di dalam air. Diperlukan strategi untuk mencapai kedalaman lautan, karena jika tidak, kita tak akan dapat kembali ke permukaan. Mengapa kita harus kembali ke permukaan? Karena habitat kita di sana, hakikat kita di sana. Kita tak bisa selamanya tinggal di kedalaman air. kita harus kembali ke permukaan untuk menjangkau cahaya dan segala yang sebenarnya kita butuhkan.

Begitulah, kerumitan mengajari kita banyak hal, namun juga dapat menjerumuskan kita karena membuat kita lupa jalan pulang. Mungkin demikianlah yang disebut orang pintar, mampu mencapai kedalaman. Namun orang pintar belum tentu paham kesejatian, karena tidak sedikit dari mereka yang lupa jalan pulang, terjebak dengan ambisi-ambisi absurd-nya. Mereka terlalu asyik dengan kedalaman, hingga tak terjangkau oleh cahaya. Kitalah yang harus berusaha menjangkau permukaan kembali, setelah puas dan lihai menyelam di kedalaman samudera, untuk berjumpa dengan cahaya dan kesejatian.

Minggu, 17 Juni 2012

Pengkhianatan


Mengamati kehidupan orang-orang. 

Cerita pertama. Ada salah seorang tetangga desa yang sepertinya sedang menjadi korban pengkhianatan suaminya. Masalahnya bukan karena si suami selingkuh dengan wanita lain, saya tidak tahu mengenai hal itu, hanya saja maksud pengkhianatan di sini lebih pada pengkhianatan akan sebuah pengorbanan dan kepercayaan sang istri. Riwayatnya, dulu sang istri pernah meninggalkan suaminya yang pertama karena jatuh cinta kepada laki-laki yang sekarang manjadi suaminya. Mereka berdua menjalin kehidupan rumah tangga yang mungkin awalnya bahagia, mempunyai anak, kehidupan ekonomi pun lancar jaya. Ekonomi rumah tangga mereka setahu saya berada di bawah komando sang istri, dengan kata lain, sang istrilah yang bekerja keras untuk menghidupi keluarga mereka. Sedangkan si suami, entahlah, tidak pernah kelihatan batang hidungnya. Konon, mereka menjalankan bisnis yang modalnya didapatkan dari hutang bank. Dengan bisnis yang lancar jaya seperti itu, tentu saja seharusnya hutang bank dapat dikembalikan dengan mudah. Namun kenyataannya tidaklah demikian. Ada faktor lain yang membuat hutang bank tidak tertutupi, yaitu pengkhianatan si suami karena si suami menggelapkan uang yang digunakan untuk membayar hutang bank, digunakan untuk hal-hal yang menurut norma masyarakat tidaklah baik. Dikarenakan kepercayaan sang istri kepada suaminya, sehingga si suamilah yang disuruhnya mengembalikan hutang bank. Akibatnya, rumah mereka berdua kini dilelang bank yang bersangkutan. Rumah yang sudah terkenal alamatnya kepada para pelanggan bisnisnya, sungguh amat disayangkan bukan? Apa ini yang namanya karma karena si istri pernah mengkhianati suaminya yang pertama? Suami yang mencintainya apa adanya yang kemudian ditinggalkannya karena tidak dapat memberinya keturunan, suami yang pada akhirnya meninggal dunia karena menderita penyakit leukemia yang telah lama disembunyikannya kepada sang istri dengan dalih supaya istrinya tidak meninggalkannya? Namun akhirnya ditinggalkannya ia, menyedihkan sekali kisah suami pertamanya…


Cerita kedua. Ada seorang direktur perusahaan yang cerdas dan sukses membesarkan perusahaannya mulai dari Nol. Perusahaan tersebut kini sudah berjalan hampir 10 tahun dan telah cukup besar. Direktur tersebut memiliki beberapa orang kepercayaan, dan diberikannya beberapa kuasa dalam mengendalikan perusahaan dengan berbagai pertimbangan tentunya. Akan tetapi, sebaik-baik rencana manusia pastilah ada sesuatu yang luput. Hingga pada akhirnya, salah seorang kepercayaannya seolah-olah mengendalikan perusahaan penuh. Ia menjadi berubah, haus akan kekuasaan. Politik jelek pun bermain di sini. Dikarenakan direkturnya baik hati, dimanfaatkanlah kebaikannya oleh salah seorang kepercayaannya tersebut untuk mengendalikan perusahaan. Sebelum sang direktur sadar penuh dengan apa yang sedang terjadi, muncullah fitnah dari seorang karyawannya. Hal ini tentu saja sungguh menguntungkan orang kepercayaannya tadi untuk mengambil alih penuh roda perusahaan. Akhirnya, diusirlah sang direktur, dengan kata lain ia dipecat. Saham-sahamnya pun dinon-aktifkan. Ini soal pengkhianatan juga, kan? Semua terjadi diluar kontrol sang direktur karena menyangkut fitnah. Apalagi yang dapat dilakukan sang direktur? Kepercayaan dari orang-orang tidak punya, harta diambil dengan paksa, istri pun belum punya. Mengapa istri saja ia belum punya? Karena jiwa raganya dulu telah dibaktikannya kepada perusahaanya. Kejam sekali bukan dunia ini? Namun, pada akhirnya sang mantan direktur memulai segalanya kembali dari Nol. Kabarnya, mantan direktur yang cerdas tersebut akan mendirikan perusahaan saingan, ia berhijrah dari keterpurukan dengan segala daya dan upaya. Baiklah, mari kita doakan semoga ia sukses seperti sediakala.


Cerita ketiga. Ini bukan cerita kehidupan asli, melainkan cerita dari Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Cerita mengenai salah seorang tokoh di sana, Nyai Ontosoroh. Kita tahu, bahwa Nyai Ontosoroh adalah seorang gundik dari seorang Belanda, Tuan Herman Mellema. Awal kehidupannya dengan Herman Mellema memang dipenuhi dengan ketakutan dan goncangan jiwa. Akan tetapi pada pertengahan hidupnya, Nyai Ontosoroh mulai meyakini dan menghormati Herman Mellema karena kesabaran dan kebaikannya mengajari Nyai Ontosoroh tentang kehidupan yang kebanyakan orang Pribumi saat itu pun sulit untuk mengerti dan memahami. Nyai Ontosoroh menjalankan bisnis rumah tangga yang tergolong besar untuk ukuran rumah tangga, karena menjadi pemasok hasil pertanian, perkebunan, hutan, maupun peternakan. Atas ajaran dari Tuan Herman Mellema, Nyai Ontosoroh menjadi pebisnis wanita yang berhasil, ia pun juga menjadi wanita pribumi yang cerdas dan berpikiran terbuka mengenai segala hal, seorang otodidak yang sangat sukses. Akan tetapi dikarenakan suatu hal, ia pun harus mengalami goncangan jiwa untuk yang kedua kalinya, yaitu hilangnya kepercayaannya kepada Herman Mellema. Herman Mellema seketika berubah menjadi orang asing bagi Nyai Ontosoroh dikarenakan tidak mampu menjadi ayah yang baik bagi kedua anaknya, tidak bisa lagi menjadi Herman Mellema yang dulu pernah mengajari Nyai Ontosoroh dengan sabar dan baik hati. Herman Mellema, karena tak dapat mengendalikan keadaan pribadinya, akhirnya menjadi penyebab kehancuran Nyai Ontosoroh dan anak-anaknya. Segalanya berakhir dengan tragis.


Pelajaran apa yang dapat diambil dari ketiga cerita di atas?

Betapa labilnya diri manusia itu, gampang terombang ambing. Seharusnyalah kita sebagai manusia mempunyai pijakan dan prinsip. Memegang teguh prinsip itu agar tidak sampai kehidupan kita merugikan orang lain dan membuat orang lain ikut sengsara dalam arus kita. Karena bagaimana pun, hidup kita mau tak mau bersinggungan juga dengan hidup orang lain. Telah ada agama yang menyediakan pedoman dan pegangan untuk manusia. Keperluan kita hanyalah belajar bagaimana menggunakan pedoman itu dengan baik. Sembari selalu introspeksi, sudah baguskah kualitas hidup yang kita jalankan? Sudah berhasilkah kita menjalani kehidupan yang dianugerahkan oleh Sang Pencipta? Bila belum, mari kita pikirkan caranya. Terus mencari apa yang kita perlukan untuk memperbaiki kualitas hidup kita. Jangan sampai grafiknya menurun. Apabila kualitas hidup telah jelek, memperbaiki pun tak salah, karena kita masih diberi kesempatan. Justru itu menjadi keharusan. Janganlah kita menjadi manusia yang labil dan menyengsarakan orang lain. Selesaikan diri kita secepatnya.

saya akui, hal ini memang sulit... :|

Jumat, 15 Juni 2012

Sometimes When We Touch - Dan Hill

You ask me if I love you
And I choke on my reply
I'd rather hurt you honestly
Than mislead you with a lie
And who am I to judge you
On what you say or do?
I'm only just beginning to see the real you

And sometimes when we touch
The honesty's too much
And I have to close my eyes and hide
I wanna hold you til I die
Til we both break down and cry
I wanna hold you till the fear in me subsides

Romance and all its strategy
Leaves me battling with my pride
But through the insecurity
Some tenderness survives
I'm just another writer
Still trapped within my truth
A hesitant prize fighter
Still trapped within my youth

And sometimes when we touch
The honesty's too much
And I have to close my eyes and hide
I wanna hold you til I die
Til we both break down and cry
I wanna hold you till the fear in me subsides

At times I'd like to break you
And drive you to your knees
At times I'd like to break through
And hold you endlessly

At times I understand you
And I know how hard you've tried
I've watched while love commands you
And I've watched love pass you by

At times I think we're drifters
Still searching for a friend
A brother or a sister
But then the passion flares again

And sometimes when we touch
The honesty's too much
And I have to close my eyes and hide
I wanna hold you til I die
Til we both break down and cry
I wanna hold you till the fear in me subsides

Senin, 14 Mei 2012

Buku

Walaupun hari ini bukan Hari Buku Sedunia...

Bila ada orang yang bertanya di  dunia ini apa yang aku sukai, aku biasanya bingung untuk menjawab. Bingung hanya karena, "emmm, kasih tau nggak ya...". Entar kalau aku jawab, si orang ngasih beneran. Aku pasti akan menghadapi bingung tahap kedua bila akhirnya si orang beneran ngasih, yaitu "emmm, ngembaliin nggak ya...". Trus berlanjutlah ke kebingungan tahap ketiga, "Aku gantian kasih apa ya ke dia..."

hadeehh..

Tapi kalau di blog kan aman (subyektif sih..), jadi kujawab aja deh di sini, "Aku suka buku."

Tadi aku sempat ke Gramedia di Jalan Sudirman sono, niatnya hendak beliin Bapak saya hadiah, yaitu Jurnal 'Ulumul Qur'an. Kucari-cari sampe pegel ini kaki, eh ternyata kata mas resepsionisnya nggak ada. Padahal kata salah seorang di Twitland sih ada... Jurnal itu terakhir terbit tahun 90-an dulu, dan baru bulan April kemaren diterbitin lagi. Sayang banget kalau kelewatan, soalnya yang pernah kubaca-baca, jurnal itu isi-isinya benar-benar memperluas cakrawala dan pola pikir kita. Memberikan tambahan parameter-parameter penting bila kita hendak memvalidasi sesuatu dalam hidup ini.

Yah, dari dulu juga kupikir-pikir, hadiah apa yang pantes buat Bapak saya, kupikir Jurnal 'Ulumul Qur'an adalah hadiah yang worthy gitu buat Bapak. Soalnya, pada dasarnya bapak saya suka membaca. Cuman, yang dibacanya melulu kitab kuning yang udah jaman sejak kapan... Padahal kupikir beliau sudah menamatkannya semua. Buktinya, Kitab-kitab kuning Bapak penuh coretan-coretannya sendiri. Entah apa yang sedang dicarinya kalau beliau baca berulang-ulang gitu. Jadi, aku sebagai anaknya, berusaha memperkenalkan Bapak tentang tulisan gaya modern, meskipun isinya nggak beda-beda jauh sama isi kitab-kitab Bapak, hanya... lebih update-lah. Ilmuwan-ilmuwan-nya pun juga baru dan kupikir nggak kalah cerdas dengan ilmuwan zaman dahulu. Yang namanya Ilmu kan tiada habisnya, nggak terikat ruang dan waktu. Namun bukan berarti Ilmu itu statis. Bahasaku, Ilmu itu ya Dia, Tuhan Yang Maha Berilmu. Tapi karena manusia ada, Dia pun membuat seolah Ilmu berjalan bersama waktu. Hal ini karena Ruh-nya yang berada di kita sedang diletakkan pada dimensi waktu. (kok malah #mbulet bundet gini -_____-)

Back to topic, Apa mau dikata, sepertinya saya belum beruntung. Tunggu saja deh Pak, anakmu ini pasti mendapatkannya!

Nah, hal lain yang mau aku ceritakan di sini, bahwasannya kan tadi aku bilang bahwa aku menyukai buku. Namun, aku punya kelemahan yang fatal banget soal ke-buku-an. Yaitu, menyisakan waktu buat membacanya. Ya, soal manajemen waktu. Sayang sekali kan... :(
Sumpah ya... aku irrriiiiiii buanget sama orang yang pengetahuannya satu juta kali luas dari pengetahuanku, yang disebabkan karena betapa gemarnya ia membaca buku. Sebut saja, mas Zen. Pernah suatu ketika beliau ngabsen warga twitter tentang buku apa saja yang pernah dibaca. Semua buku yang warga twitter sebutkan, kelihatannya dia pun pernah membacanya. Oh sumpah... kok ada ya orang yang hidupnya bisa sebegitu bebasnya membaca karya-karya pujangga sastra. Kupikir, Mas Zen ini tipe orang yang berhasil menaklukkan dirinya sendiri. Dia pun adalah orang yang menjadi single author Web Goenawan Mohamad.

Dengan ini, aku pun berjanji akan selalu mencintai buku dan memburunya, sampai ke lorong waktu yang jauh ke belakang maupun ke depan.

Tadi di Gramedia, aku menemukan buku-buku yang aku cari dalam 2 bulan terakhir ini. Tentu saja aku sudah membaca resensinya, dan aku berniat punya. Cekidot :

1. Cerita Cinta Enrico (Ayu Utami)


2. Robohnya Surau Kami (A.A. Navis)

3.  NIETZSCHE (Peter Levine)


4. Tahta Untuk Rakyat (Sultan Hamengku Buwono IX); Gayatri Rajapatni (Earl Drake); Sejarah Panjang Mataram (Ardian Kresna);  Nagara Kertagama,  Masa Keemasan Majapahit (Prof. Dr. Drs. I Kethut Riana, S.U.)

5. Perahu Kertas dan Madre (Dee)

(ah, itu gambar kenapa terbolak-balik gitu ya, padahal aslinya engga gitu lho.. hmmm bodo amat.)
I'll grab it, someday !!
I want to be a good reader, a true reader, a true wanderer.

Kamis, 10 Mei 2012

Life Validation

After having many experiences in social life, I think everything in the world is in disguise. I need a number of parameters before judging it or before being absorbed into it. The parameters are about perspectives which have multiple dimensions of view. The parameters and the thing you want to validate must be compatible. When you will infer something, you need to ensure the site of your telescope and the distance of your perspective. Move the position will make different sketch of perception. Change the distance of the view will correct judgment.

read more....

Selasa, 01 Mei 2012

Putra Revolusi Subuh

Hai hai people... Actually, I have new post about Sri Sultan Hamengku Buwono IX. But I posted it in my another blog under UGM web. That's from my own mind. I wrote it in order to join UGM 2012 blog contest. So, if you don't mind, please read that in detail, then give it any comments, critics, or anything you want whether you agree or disagree. I guarantee, it's not something about trash. May it become something you need to know. You can check my post here.
Oke, enjoy reading ya... Thank you for your appreciation. :)