Senin, 15 November 2010

Jakarta dan Jakarta


Jakarta.
Orang desa seperti saya masuk Jakarta setuju dengan pemikiran pribadi bahwasannya : komentar yang pertama-tama keluar dari hati dan mulut seseorang yang pertama kali “menyaksikan” Ibukota Jakarta adalah sebuah puisi yang pasti menggambarkan ke-ironi-an kota itu, The Indonesia Capital Region. Saat kukunjungi kemaren, Jakarta nampak abstrak. tak terasa denyut nadinya. Jakarta kemaren, tak kurasakan bahwa di sudut2nya terdapat kesemrawutan moral di balik kemegahan gedung2 tingginya. Hanya sebuah pikiran, apa benar gedung-gedung semegah itu, yang bertengger gagah di atas bumi pertiwi ini rela dihuni para pejabat bermental semrawut? Serta bayangan-bayangan di daerah Indonesia di pulau terpencil sana, dari mereka ada yang sangat bangga menjadi orang Indonesia. Apa yang mereka pikir dan katakan pertama kali saat melihat ibukota yang seperti ini?

Jakarta.
Perjalanan ke Ibukota yang “lumayan jauh bikin jenuh” kemarin adalah kali kesekianku mengendarai kereta besi alias kereta api. Yak! Hasil dari mengendarai kereta api saat itu adalah sebuah ketidak ikhlasan dalam hati. Gilee yah, PT. KAI adalah perusahaan paling diskriminatif sedunia, menurut saya (dan mungkin juga menurut orang2). Gimana enggak, perusahaan tersebut membeda-bedakan kelas sosial, masak ya, soal turun saja penumpang kelas ekonomi harus beda stasiun dengan penumpang kelas eksekutif/bisnis. Dugaan saya, ini terjadi di seluruh kota2 besar di Indonesia. Contohnya saja di Yogya dengan Lempuyangan dan Tugu-nya. Jakarta dengan Gambir, Pasar Senen, dan lainnya.
Selain itu, saat hari libur gitu harga kereta ekonomi dengan bisnis bedanya pun sampai hampir 10 kali lipat. Belum eksekutifnya… Oh… GOSH! How hell. Ini adalah soal “perbedaan” yang sama sekali nggak bisa ditolerir. Menurutku, gerbong kereta ekonomi dan bisnis itu dari segi kebagusannya aja bahkan nggak ada bedanya. Yang membedakan tentu saja hanya orang-orang yang naiknya. Kalo kelas ekonomi biasa dinaiki orang2 yang mirip preman, kelas bisnis biasa dinaiki orang2 yang mirip pelajar sopan. Tapi kok…. Harganya itu lhoo, selisihnya SELANGIT. Bener2 nggak terima. Kapok dah naik kereta.
Kalo dulu, ke Jombang naiknya eksekutif. Dulu mah masih kecil, nggak mikir mau kritis dll. Apalagi Cuma seharga 70 rebos nyampe Tugu Yogya. Aku sih iyo-iyo dan enyo-enyo aja. Aku ingat, dulu agak nggrundel juga sih, mosok AC-nya nggak nyala, trus bedanya itu paling2 cuma tempat duduknya yang lebih empuk. Ealah!  Kalo kayak gini, rasanya jadi mulai lagi buat ngiri berat sama Negeri Matahari Terbit sono. Nggak perlu susah peluh buat setor asap berpolusi ria di jalanan pake motor, bis dll, nggak perlu mahal2 beli avtur buat naik pesawat, mungkin cukup goceng buat naik kereta besi keliling pulau satu ke pulau lain sepuasnya. Oh mimpi………….
NOBODY SCREAMS, BUT EVERY HEART DOES!!

Jumat, 29 Oktober 2010

Scientist - Pharmacist, an Honourable Dedication


Who doesn’t want to be good scientist? If there were some people graduated from Faculty of Pharmacy UGM, may be someone like me now or someday, you can count on me that countable people don’t want to be a scientist. We are actually scientists. If we aren’t, you will find us fail to be a pharmacist. So, what the parameters are to be pharmacist? Many things, may you not need to know much. Especially for me, pharmacist and scientist are two kinds of profession called dedication. It is an honor how to be able to help others. Let’s go to read this true story :
Tragedi Thalidomide  -------------- Integritas ilmuwan
Awal 1950-an, Perusahaan Farmasi Jerman mengeluarkan produk obat tidur (sedative-hypnotics) baru: Thade. Klaim untuk Thalidomide, non adiktif, no hangover, aman bagi wanita hamil, toksisitasnya rendah (relatif erhadap Barbiturat). Tahun 1957, Thalidomide dijual bebas di seluruh Jerman. Tahun 1960, Thalidomide dipasarkan di seluruh Eropa, Amerika Latin, dan Kanada. September 1960, Richardson-Merrell Pharmaceutical Company mengajukan permohonan kepada FDA untuk menjual thalidomide di AS, dengan nama dagang Kedavon. Dr Frances O. Kelsey (in this reality story, she plays a main role here) diminta oleh FDA untuk memeriksa/meneliti Thalidomide (Kedavon). Berdasarkan penelitian dan temuan Dr. Frances O. Kelsey :

  • Thalidomide tidak mempunyai efek menidurkan (sedative) terhadap tikus percobaan.
  • Thalidomide mempunyai efek mengganggu saraf perifer binatang percobaan. Dengan demikian, menurut perasaan Kelsay, thalidomide akan mempunyai efek yang tidak baik terhadap janin. 
Sehingga REKOMENDASI KELSEY: Thalidomide tidak boleh masuk pasar AS.


Atas desakan Richardson-Merrell, Boss FDA meminta Dr. Frances Kelsey untuk mengubah Rekomendasinya, dengan memberikan peringatan: ‘tidak boleh diminum oleh wanita hamil’, dan segera menyetujui thalidomide untuk masuk pasar AS. Dr. Kelsey menolak usulan Boss FDA, dengan alasan: Thalidomide tidak mempunyai efek menidurkan, membahayakan janin, dan pernyataan bahwa toksisitasnya rendah sangat keliru. Pernyataan itu berdasarkan indikasi kurang larutnya obat tsb., sehingga apabila thalidomide dpt dibuat larut, maka ‘ia yakin’ toksisitasnya tentu tinggi.
Dr. Joseph Murry dari Richardson-Merrell menjadi sangat kesal dengan sikap over hari-hati Dr. Kelsey. Dr.Murry melakukan tekanan kepada Dr. Kelsey dengan cara mendatangi dia secara langsung atau dengan melalui tangan-tangan atasan-nya di FDA. Boss FDA pun akhirnya memberikan tekanan kepada Dr. Kelsey, bahwa sebelum Natal Desember 1960, rekomendasi tentang thalidomide harus sudah diubah untuk merilis obat tsb di pasar AS.
Dr. Frances Kelsey tetap merekomendasikan untuk tidak memasukkan thalidomide ke pasar AS. Dia kemudian mendapatkan julukan stubborn lady. Bulan Desember 1960, sebelum Natal, British Medical Journal melaporkan, bahwa ibu-ibu hamil di seluruh Eropa,yang minum obat thalidomide melahirkan bayi-bayi yang cacat. 10.000 bayi-bayi yang lahir di 46 negara (Eropa, Kanada, dan Amerika Latin) mengalami cacat fisik, karena ibunya minum thalidomide. Amerika Serikat selamat dari tragedi itu, karena integritas yang tinggi dari seorang ilmuwati-nya: Dr. Frances Oldham Kelsey.
Agustus 7, 1962, di White House, Presiden JF Kennedy menganugerahkan kehormatan teringgi: The Medal for Distinguish Federal Civilian Service kepada Dr. Frances O. Kelsey. Hampir 40 tahun kemudian, Oktober 7, 2000, Dr. Kelsey diangkat menjadi anggota National Women’s Hall of Fame di Seneca Falls, New York.

I got to hear the story from my lecturer, Prof. Dr. Umar Anggara Jennie, who has come back to campus after assignment for years being a chief of LIPPI center, Jakarta. I remember, we all were clapping with the hands for giving applause in the end of the story. Prof. Umar was very attractive giving the story telling. We all, who hear, were dazzled.

How could we be anxious to be a truly scientist? Just do our best. Just face the real reality in front of us NOW. We do our deeds, it may like a piece of philosophy from Peter Singer, “We have to take the first step. We must reinstate the idea of living an ethical life as a realistic and viable alternative to the present dominance of materialist self-interest”.

Jumat, 10 September 2010

Akhlak Nabi Muhammad SAW

Nabi SAW tdk melepaskan tangannya saat berjabat sebelum mitranya melepasnya.
Nabi SAW tidak pernah mengulurkan kaki di hadapan sahabat2nya.
Nabi SAW menoleh dgn seluruh badannya, menunjuk dgn seluruh jarinya.
Nabi SAW berbicara perlahan dgn dialek mitra bicaranya.
Nabi SAW kalau berbicara sesekali menggigit bibir tanda berpikir, menepuk telapak kiri dgn jari telunjuk.
Cetusan yg plg buruk dlm percakapan Nabi SAW; "Apa yg terjadi pada org itu? Semoga dahinya berlumur lumpur."
Harta Nabi SAW yg plg mewah adl sepasang alas kaki berwarna kuning, hadiah dari Negus, penguasa Abissinia.
Nabi SAW tinggal di pondok kecil beratap jerami yg kamar2nya dipisahkan oleh batang2 pohon yg direkat dgn lumpur bercampur kapur.
Nabi SAW sendiri yg menyalakan api, mengepel lantai, memerah susu dan menjahit alas kakinya yg putus.
Santapan Nabi SAW yg plg mewah, meski jrg dinikmatinya, adl madu, susu dan lengan kambing.
Nabi SAW tidak pernah sakit gigi, karena beliau bersiwak tidak kurang dari 10x sehari.
Nabi SAW gagah berani, memiliki senyum yg sgt memikat dan malu mempermalukan orang. Senyum Nabi SAW menyejukkan, dilukiskan sbg butir salju di oase.
Nabi SAW menghimpun dlm dirinya 4 tipe manusia scr sempurna, pekerja, pemikir, pengabdi Allah dan seniman.
Nabi SAW selalu memilih yg termudah, selama halal, bila berhadapan dgn pilihan.

Jumat, 20 Agustus 2010

Tahapan Hubungan Sepasang Manusia


Berikut ini saya sajikan kumpulan Tweet dr Mbak AlissaWahid tentang tahap perkembangan hubungan sepasang manusia. Beliau memberi kultwit ini karena sebelumnya ada yang request dari para Twends. Yah maklum, mbak AlissaWahid ini orangnya loyal banget, dan beliau adalah lulusan Psikologi yang sangat kompeten. Tweets dari beliau telah dilakukan penyesuaian seperlunya.




OK, mari kita belajar ttg perkembangan hubungan antara sepasang manusia yang merupakan hasil penelitian Andrew G. Marshall. Kata Titiek Puspa: jatuh cinta berjuta rasanya. Dunia milik berdua. Menjalani nasib seperti Romeo & Juliet pun kita yakini, tapi awas, rasa jatuh cinta yg melayang-layang itu ternyata cuma bertahan 18-36 bulan. Bahkan belum bisa dibilang loving relationship.


Lirikan mata yg bikin perut mulas, debar hati saat ketemu, masih bisa menghilang ditelan hari, tak berkembang jadi hubungan yang kuat. Saat jatuh cinta, ternyata frekuensi otak melakukan ‘sinkronisasi’ sehingga tiba2 menemukan banyak kesamaan. Misal: “ternyata kita sama2 suka GnR lho”. Saat jatuh cinta, perbedaan-perbedaan yang ada terabaikan karena sinkronisasi itu, makanya berasa ketemu soulmate, pasangan jiwa.. cocook bgt!


Saat jatuh cinta, kelemahan-kelemahan pasangan nggak bermakna. Misal: suka mukul? “cinta kami pasti akan membuatnya berubah..” Apalagi abis berantem. kl fase jatuh cinta, saat baikan ini saat makin dalem jatuhnya cinta.. dunia suejuuk! Nah, pasangan yang bilang “kok sudah tak ada lagi cinta di antara kami?” biasanya yang dimaksud ya rasa jatuh cinta itu.
Nah, setelah melewati fase jatuh cinta, baru masuk hubungan yang sesungguhnya. Ada 6 tahap yang biasanya dilalui pasangan, dengan tantangan yang berbeda-beda. 6 tahap hubungan : blending, nesting, self-affirming, collaborating, adapting, renewing.



  • Blending biasanya masa hubungan tahun pertama (di tengah fase jatuh cinta, fase blending sudah mulai muncul) sampai akhir tahun kedua hubungan.
  • Nesting terjadi dalam masa hubungan sampai akhir tahun ketiga. Di sini mulai muncul berantem beneran.
  • Self-affirming itu tahap hubungan di tahun keempat sampai kelima dimana kebutuhan individu mulai muncul lagi. Mulai ada kompromi.
  • Collaborating itu tahap hubungan mulai th ke5 sampai 15. Sudah mulai mapan, tapi kadang juga bosan. Besar kemungkinan “jalan sendiri2.
  • Adapting ini masa hubungan yang paling rapuh. Penuh dengan tantangan di luar hubungan itu sendiri. Misalnya menghadapi anak remaja. Fase ini terjadi di tahun ke 15-25.
  • Tahap hubungan terakhir yaitu renewing. Ini yg kita lihat dr orangtua kita yg sudah melewati masa 25 tahun pernikahan: penerimaan total.

12-18bulan sejak saat jatuh cinta, chemistry sang dua sejoli mulai menurun. Perbedaan mulai terasa, menimbulkan kejutan-kejutan. Blending dlm hubungan adalah saat dimana 2 individu mulai menyatukan perbedaan2. Yg suka lagu metal mulai terbiasa dengan lagu2 opera. Kunci di tahun 2-3 dlm tahap nesting adalah mendengarkan, krn akan membantu kita memahami pasangan seutuhnya. Hubungan yang sehat memberi ruang yang seimbang untuk kedua dorongan diri tersebut. Kita belajar mengikhlaskan sebagian untuk mendapatkan keduanya.



Tahun ke2-3 hubungan adalah fase nesting (bersarang). Komitmen makin jelas. Di sini loving attachments mulai terbentuk. Dalam hubungan fase nesting, banyak hal yang sebelumnya ditahan mulai bermunculan. Tadinya cuek pasangan suka telat, sekarang mulai sebel. Di fase nesting, mata yang tadinya hanya tertuju untuk pasangan, sudah mulai bisa menyadari ada orangtua, keluarga, teman dll. Makanya dalam hubungan fase nesting, banyak pasangan mulai sering berantem. Jadi hal terpenting adalah mencari cara tepat untukmengatasi perbedaan.


Next stage: Self-Affirming. Ini saat pasangan mulai kembali ke kebutuhan personal, bukan lagi mendahulukan hubungan dengan pasangan. Tadinya berdua lebih baik, sekarang pengen yang sendiri-sendiri dong. Lebih bebas, nggak perlu jaga perasaan pasangan. Fase Self-Affirming ini di usia hubungan 3-4 tahun. Kadang bikin shock, apalagi kalo di fase-fase sebelumnya semua dilakukan barengan. Fase self-affirming ini saat kita mulai punya kompromi-kompromi utk menjaga keseimbangan individual dengan kebutuhan hubungan. Yang berat di fase Self-Affirming kalo ada 1 pihak yang dependen. Merasa ‘ditinggalkan’ saat pasangan mulai sibuk dengan diri sendiri. Padahal justru independensi di fase Self-Affirming itu jadi fondasi yang kuat utk interdependensi jangka panjang.


Fase Collaborating: usia hubungan 5-15 tahun. Rasa aman sudah ada, masuk bentuk kerjasama karena saling tergantung. Mapan deh. Tantangan: hubungan yang terlalu mapan kadang menimbulkan kebosanan. Nggak ada greng. Kalo komunikasi jelek, sibuk sendiri-sendiri. Fase Collaborating adalah fase terberat dalam perkembangan hubungan perkawinan. Di Inggris, sebagian besar perceraian terjadi di fase ini. Di fase Collaborating ini, yang paling menentukan adalah saling dukung yg besar, bukan saling tuntut. Bisa runyam.


Hubungan terus berkembang masuk ke fase Adapting, tahun 15-25an. Adaptasi bukan dalam hal hubungan, tapi ke hal-hal lain. Anak remaja, karir stuck, dll. Di fase adapting ini, pasangan juga sudah realistis terhadap kebiasaan/kepribadian pasangannya. “Abis gmn, dia emang judes..”. Jadi di tahap hubungan yang ini, yang berat adalah melawan pikiran jahat “dia sih nggak mungkin mau berubah demi saya/anak2..”. Skill yang diperlukan untuk survive di fase Adapting adalah mendengarkan, supaya betul-betul paham harapan pasangan.


Fase terakhir adalah Renewing, setelah usia hubungan melampaui 25 tahun. Jika mampu melewati tahap-tahap sebelumnya dengan baik, ini masa keemasan: damai, penuh cinta. Tantangannya hanya saat2 puber kedua atau menopause yg memang memunculkan hal2 khusus. Tapi umumnya hubungan sangat oke. Bila sudah sampai tahap renewing ini, keluarga menjadikan pasangan ini sbg sumber inspirasi & pusat kekuatan.


Semoga kita semua bs melampaui keenam tahap hubungan dg baik smp jd kakek nenek & jd teladan anak cucu. Amiin..

Rabu, 11 Agustus 2010

Kisah Seorang Arif Anak Bangsa #Indonesia

Dalam rangka menjelang peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, ada kisah bagus dari seorang sahabat di Twitter dengan inisial account @jumpinoff, saya kumpulkan jadi satu tweets-nya dan merekapnya kembali di sini. Semoga berguna bagi teman-teman sekalian. MERDEKA!!!

Syahdan, sampai sebuah kabar ke telingaku. Tentang kecintaan seorang lelaki pada negerinya. Ia menyiapkan diri sedari muda untuk #indonesia. Kepada banyak Kyai ia berguru. Menimba ilmu agama & menyemai cinta pada tanah airnya. Ia dididik dalam lingkungan pesantren khas #indonesia. Tak hanya di lokal #indonesia ia berguru. Sampai ke Mesir dan Baghdad ia datangi. Disana, ia menyiapkan banyak impian tentang #indonesia. Sepulang dari pengembaraan itu, ia pulang ke tanah airnya, #indonesia. Mengabdikan diri pada masyarakat pedesaan dan memajukan pesantren. Bersama kawan-kawan seperjuangannya, Ia berjuang melalui LSM dan menuangkan banyak pikiran untuk kemajuan #indonesia. Ia jg pernah jd guru!

Proses berlanjut, lalu tanggung jawab yg diambilnya makin besar. Ia memimpin organisasi besar berbasis masyarakat tradisional di #indonesia. Ia sosok pemberani. Ketika itu, penguasa cenderung bengis. Beda pendapat? Sikat! Lebih populer dr presiden? Sikat. Ya, #indonesia kala itu. Tapi sosok yang satu ini tak pernah menyerah. Demi #indonesia, Maju terus membela yang benar. Ngurus Kesenian, sampai nulis bola dilakoninya. Meski dari kaum mayoritas, tak berarti Ia hanya berpihak di situ saja. Kaum minoritas di #indonesia mendapat penghormatan dan pembelaan darinya. Walau kemudian, banyak penyakit menyerangnya, yg kemudian mengganggu kondisi fisiknya, Ia tidak menyerah. Ia terus berjuang, Kawan!

Ia menjadi panutan dimana mana. Generasi muda dalam organisasi yg dia pimpin memperoleh contoh nyata tentang kemerdekaan berfikir. Perdebatan intelektual, diskusi-diskusi tentang ragam ide dan pemikiran mendapat angin segar walau tak selalu lancar. #indonesia ketika itu.

Lalu, jaman berganti. Terus maju & bergerak. Roda jaman tidak diam sayang. Ia terus berputar, begitu pula jaman para penguasa bengis #indonesia. Mereka yg sebelumnya begitu berkuasa & angkuh, lengser keprabon, tercerai berai. Dasar ikatan hanya dalam perut bukan hati. #indonesia. Saatnya perubahan. Dan entah bagaimana kemudian, sosok yang kuceritakan ini terus berperan. Sampai kemudian ia menjadi nahkoda #indonesia.

Dongeng tentang Sosok lelaki yg begitu mencintai negerinya. #Indonesia. Genduk ayuku, dongeng tengah malam msih tentang Beliau. Sebelumnya, biarkan aku menyetiainya. Kuingin kau juga. Setia pd pemikirannya.
Sementara, malam ini, kuingin membawamu pada beberapa kenangan tentang Beliau. Kamu, sabar kan membaca ini pelan-pelan? Ya, kita, nduk, perlu paham tentang kesetiaan. Setia pada ide-ide baik untuk #indonesia yang kita cintai ini. Banyak hal dimulai dari itu. Meski ujar orang-orang, kesetiaan di #indonesia hari ini adalah sebuah kemewahan. Tetapi ucapku: kesetiaan merupakan sebuah keniscayaan, dan bukan kemuslihatan picisan jika itu menyangkut perkara antara aku dan yang kita cintai, #indonesia.

Baiklah, dongeng tengah malam ini kulanjut. Cerita tentang kesetiaan, bisa kali lain. Tentang beliau, #indonesia dan harapanku untukmu nduk…

Seorang teman, tak bosan2 mengulang joke ini. Disebuah seminar, tiba2 serius. Katanya, sebentar lg akan ada larangan untuk kita #indonesia. Semua terdiam. Beliau melanjutkan. Sebentar lagi, disini akan ada larangan untuk sikat gigi! Semua yg hadir tertawa terbahak-bahak. Genduk tahu kenapa? Orang yang tidak sikat gigi, giginya akan kuning-kuning. Simbol penguasa #indonesia kala itu. Makin kuning makin baik! Genduk, itu tak patut ditiru. Biasakan sikat gigi. Gigi kuning, bukan gigi yg sehat. Hanya kuman yang suka. Itu bukan untuk #indonesia. Begitulah, Beliau menyampaikan kritik dengan humor. Membuat kita yg mendengar tersenyum, berpikir & bertanya. Tidak diam & membeo. #indonesia!

Genduk tau kan burung beo? Seperti dirumah opa, ia pandai meniru. Ya, hanya meniru. Tidak memulai atau tdk punya inisiatif untuk #indonesia. Kamu, tdk akan begitu kan sayang? Apapun yang kelak engkau dengar, berilah tanda tanya dalam pikiranmu. Jangan pasrah dan membeo #indonesia. Ada yang ingin kau tanyakan, tanyakan saja. Jika ada yang ingin kau sampaikan, sampaikan saja. #indonesia harus bicara & pastinya bekerja. Sudah bukan waktunya lagi bagi generasimu sekadar nerimo ing pandhum. Genduk, kamu bisa juga protest lho. Kritis untuk kebaikan #indonesia. Pikiran, tangan dan hatimu harus kau pergunakan sebaik-baiknya untuk #indonesia genduk sayang. Ini perlu. Kuingatkan sedari umurmu kini.

Genduk, mgkn kamu bertanya-tanya. Kenapa terus2an ttg #indonesia ? Ini negara kita sayang, tumpah darah kita. Disana kelak kita mengabdi. Jika bukan kita, anak negerinya, siapa lagi? Apa pantas jika #indonesia diurus bangsa asing? Tidak kan? Masa depannya ditangan generasimu. Negara kita negara besar. #indonesia sangat kaya dan sangat beragam. Kita perlu banyak berinisiatif untuk menggali setiap potensinya. Memanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran #indonesia. Bukan menjualnya atau hanya memanfaatkan untuk keuntungan segelintir orang saja. Pengalaman masa lalu sayang, #indonesia sering didikte negara asing. Pemerintahan kita dulu lemah. Hanya memperkaya diri & keluarganya saja.

Hanya kepada rakyatnya-lah pemerintah dulu bertindak sok kuat dan suka menindas. Rakyat #indonesia diperlemah, bukan diperkuat. Sedih kan? Dan itu, Genduk sayang, satu hal yang tak disukai beliau yg kuceritakan ini. Beliau ingin rakyat kuat. Harapannya, rakyat #indonesia mandiri. Mengurus diri sendiri, tidak tergantung pada pihak tertentu macam pemerintah atau asing. Tapi sayangnya, banyak pihak di #indonesia tidak siap. Terlalu banyak yang ingin menyusu pada ibu pertiwi. Mereka telah terbuai pada hangatnya kemapanan. Padahal itu sangat boros bagi #indonesia.

Dan jaman itu, pemerintah ingin mengatur rakyat semaunya mereka saja. #indonesia nyaris tidak punya ruang bernafas yang lega dan merdeka. Beliau yg kuceritakan ini, pun, nyaris tak punya ruang untuk bicara. Semua ruang di mata-matai nduk. Negara apa #indonesia kala itu? Seperti yg kuceritakan kemarin, #indonesia kala itu tidak memberi ruang kita untuk berbeda. Apa-apa musti seragam. Ini melawan kodrat kita.

Oya, jika genduk ayuku ingin menegur seseorang, buatlah seringan mungkin. Jangan teguran genduk membuat sakit hati yang dengar. Jika yg ditegur cukup punya nalar, Ia akan segera mengerti. Jika tidak, mungkin ia masih taman kanak kanak, seperti anggota DPR. Ya, beliau pernah mengkritik DPR #indonesia seperti anak TK. Mereka tersinggung berat. Tapi kelak terbukti, mereka masih pre-school. Kelak, makin engkau dewasa genduk ayuku, akan makin banyak amanah dan tanggung jawab dipundakmu. Utamanya tentang negeri kita #indonesia. Kuharap, kamu belajar dr beliau. Mempersiapkan diri sedari muda, mendekatkan diri pada lingkungan. Tak melulu dr bangku sekolah.

Pernah dulu ada seorang pecinta Beliau sangat ingin bertemu. Ketika akhirnya bertemu, taukah kamu apa pesan Beliau padanya? Tetap kejar cita-citamu. Begitu kata beliau. Jadi, engkau juga harus punya cita2. Setinggi & sebesar semesta. Tak perlu buru-buru. Makin banyak menyimak, mempelajari, memahami #indonesia, makin dalam cinta dan penghormatanmu padanya. Ia akan meresap dalam jiwamu sayang.

Biar punya mental pemenang. Kenakalan, kekeraskepalaan, bisa dipositifkan jd sikap pantang menyerah. Itu bagus buat #indonesia. Akan kami persiapkan lingkungan terbaik untukmu, agar engkau tumbuh menjadi pribadi yang berani. Jangan takut.

Genduk, kemarin ulang tahun Beliau. 69 tahun. Tapi sayang, Beliau sudah tiada ketika kutulis ini untukmu. Ga apa. Terpenting bagimu, paham bagaimana beliau memaknai hidup. Itu jauh lebih penting. Kucatatkan ini smua untukmu #indonesia. Sederhana, itulah yang pemaknaan paling dasar yang kuserap. Gitu aja kok repot, itu bukan menggampangkan persoalan #indonesia. Tapi ajakan untuk melihat mana yang benar-benar merah atau mana yg benar2 hitam. Jangan bias dengan varian. Sekali lagi penting untuk kamu mampu melihat, mempelajari, memahami, menyerap, mencintai dan menghormati negaramu #indonesia!

Itu nasehat seseorang dulu. When you are able to see, learn, understand, absorb, love and respect you are a good designer. #indonesia. Designer? Nasehat itu konteknya design. Boleh kan kutarik ke obyek yang kuceritakan ini? Hal2 baik itu berlaku universal. Nah, bentuk nyatanya? Menghormati perbedaan dan memandang manusia itu setara! Itu dua yg plg dasar yg Beliau ajarkan.

Dulu Nduk, di Negara kita #indonesia tidak semua orang bisa merasakan perlakuan yang sama dalam urusan2 kesehariannya. Mereka yg terlahir dr etnik tertentu, diharuskan ganti nama. Juga diharuskan memiliki surat2 khusus. #indonesia Yg lain tidak. Juga urusan keyakinan. Untuk urusan yg paling privat ini pun negara mencampurinya. Sungguh keterlaluan #indonesia kala itu. Padahal mereka sama lho Nduk, seperti etnis lain di negara kita, mereka itu bekerja, berjuang untuk #indonesia dgn caranya sendiri. Akibatnya apa nduk? Banyak saudara kita di #indonesia yang tertindas. Terkekang hak asasi-nya.
Untungnya mereka tak berjalan sendiri. Beruntunglah kita slalu ada Untung & Selamet. Wakil #indonesia dimana-mana, bhkn di bulan. Kepada pikiran positif, kita berpihak. Seriusnya, Ada Kyai Abdurrahman Wahid yg membela mereka. Ya inilah beliau Nduk. Sosok pemberani yg kuceritakan padamu. #indonesia. Dikala banyak orang terdiam, tak memperdulikan kaum minoritas dan tertindas, beliau bersuara. Keberanian macam ini dibutuhkan #indonesia. Jangan pernah takut ketika engkau benar. Walau nyawa dan waktumu menjadi taruhannya. #indonesia tak butuh orang penakut! Beliau berteman dengan siapa saja di #indonesia bahkan dunia. Tak membedakan apa agamamu, apa etnismu apa pandangan politikmu. Beliau berpihak pada yg benar, minoritas dan tertindas. Inilah salah satu alasan dunia mengaguminya. #indonesia!

Bahkan, beliau menjadi kepala suku kehormatan salah satu suku Indian di Negeri jauh sana, Amerika bukan #indonesia. Aku bahkan percaya, seandainya saja seorang pemimpin bisa di Import, banyak negara ingin mengimport Beliau. #indonesia! Keberpihakan ini adalah yang terbaik sayang. Kemarin kubilang #indonesia beragam. Kita patut bersyukur atas itu semua. Kamu nanti, jangan pernah memperlakukan orang berbeda. Mau hitam, sipit, kriting, mancung, pesek semua sama. #indonesia! Hanya ketaqwaan pada Pencipta kita yang membedakan kita. Selebihnya, urusan manusia itu sama, kalifah dimuka bumi.

Kamu boleh nakal dan menangan. Tapi tetap, hormati siapapun dia. Sikap hormat pada sesama yg akan membuatmu lebh baik. Ini selalu dicontohkan beliau. Bahkan kepada orang yg memusuhinya sepanjang masa, Beliau masih datang di Idul Fitri mereka! Terbayang olehmu? Hanya orang berjiwa besar yang sanggup melakukan itu. Mengalahkan ego dan memenangkan hati nurani. Contoh itu sayang! Jadilah orang dengan jiwa besar walau mungkin kita miskin harta. Jangan berjiwa kerdil. #indonesia!

Ketika dulu menjadi Presiden, Beliau melakukan perjalan paling banyak dibanding presiden lain dlm kurun waktu yang sama. Kita rakyat biasa, akan sangat bahagia jk diperhatikan pemimpin kita kan? Itu yg beliau lakukan. Memberi perhatian pd #indonesia. Bukan untuk pesiar atau memanfaatkan fasilitas negara, tapi demi negara ini. Taukah kamu nduk? Ini pendekatan jenius. Ditemuinya setiap lapisan masyarakat, didengar apa kata mereka dan diserap untuk membuahkan banyak kebijakan.

Setiap Jumat, usai sholat Jumat, beliau menggelar diskusi dengan rakyat. Pemimpin yg baik, pemimpin yg banyak mendengar. Di hari lain pun, dengan umat agama lain juga begitu. Jadi, kala beliau memimpin tidak ada itu pembedaan alias diskriminasi. Itu harus diambil ketika kita mencintai #indonesia sepenuh hati. Sepenuh hati pula menerima apa adanya dia. Cinta itu tak butuh syarat.

Ah, kamu mulai mengerutkan dahi. Ada pertanyaan? Mungkin km bertanya apakah yg baik itu selalu berdampak baik? Atau mungkin kamu bertanya, apakah beliau sesempurna itu? Tanda tanya yang bisa kupahami. Aku senang kamu bereaksi begitu. Kekurangan pasti ada. Tapi coba ingat, ketika kita memilih buah untuk kita petik, apakah kita akan memilih yang rusak? Tentu tidak kan? Kita akan memilih yg baik2 saja. Begitu jg dengan cerita ini. Kita akan ambil yang baik-baik saja untuk #indonesia.

Diskriminasi itu boleh Nduk, tapi hanya dipikiranmu terhadap pikiranmu. Kata orang, filter dalam pikiran. Oya, apa dampak baiknya? #indonesia bicara sayang. Ruang berpikir dan berbeda terbentang luas. Ini sangat indah bukan? Konflik kadang mengikuti dalam situasi itu. Kamu akan bisa memahami nilai konflik klo dah belajar manajemen konflik #indonesia. Walau kadang ada kontroversi, tapi yng penting orang bicara dulu setelah sekian lama bungkam. Tp sialnya #indonesia kadang berlebihan.

Seorang kawan berkomentar, #indonesia biarlah menikmati kebebasannya berfikir & berbicara dulu, dari sana kita bangun ulang negeri. Membangun ulang atau mereformasi tak kan maksimal dr pikiran tertindas. Jadi itu dipilih, membuka ruang berfikir. Kamu komplain lagi? Dulu jaman Bung Karno tidak merdeka, tapi bisa menghasilkan ide luar biasa tentang kemerdekaan #indonesia.

Pramoedya Ananta Toer bisa menghasilkan karya luar biasa ketika dia dikurung! Nduk, sabar. Akan sampai kesana nanti #indonesia. Orang2 tertentu nduk, dikarunia kemampuan beda. Tidak bisa kt sama ratakan. Kemerdekaan #indonesia memberi peluang lebih banyak. Jika kelak kamu jadi pemimpin sayang, tirulah prinsip ini. Dengarkan lebih banyak dan berilah ruang merdeka untuk yg km pimpin #indonesia. Dampaknya luar biasa. Ketika orang merasa dihargai, didengar, ia akan jauh lebih menghargai kamu pemimpinnya.

Dan kamu pun, ketika banyak mendengar, akan banyak ide tak terduga sebagai bahan untukmu mengambil keputusan. Nah, Nduk, hidup sederhana, berani, pantang menyrah, cinta kasih, penghormatan, mendengar dan menyimak. Inti ceritaku padamu. #indonesia. Kelak, Nduk, kamu harus siap mengepalkan tangan dan maju kemuka dengan tetap berfikir dan bersikap merdeka untuk #indonesia. Antusiaslah sayang! Beliau pasti berharap, generasi penerusnya antusias, gembira dan optimis menghadapi hidup! Masa depan cerah bagi generasi yang terus berpegang pada ajaran baik generasi pendahulunya dan tidak takut menghadapi perubahan.

Sekarang, tutup catatan ini, Genduk istirahat. Sinau pelajaran sekolah, kerjakan PR mu. Jangan terlalu nakal, biar #indonesia tidak ganti nama. Terimakasih Kyai Wahid! Terakhir aku menangis, ketika kudengar berita meninggalmu. Twitsku, orang sono bilang, my-2-cents untuk #indonesia.

Ended.
Disaksikan oleh Alissa Wahid.

Senin, 19 Juli 2010

Akan ke Manakah Angin


 Emha Ainun Najib

Where will the wind float
When the sad twilight comes down
To whom do I dedicate the song
In the darkness of fog, longing is endured

Please come Lord, lie at my side
Come down and whisper near my heart
Shackle my whole body and my soul
I want to scream in your embrace

Where will the stream of cloud go
For whom do I close the eyes
Pieces of the moon in waves of a sea
Of twigs: in the heart trembling

Minggu, 18 Juli 2010

JIL : dari Niha dan Udin


Di bawah ini adalah hasil observasi saya bersama teman saya Udin. Kami berdua adalah anak baru gedhe yang mencoba dan ingin sekali berkata-kata… hahaha
Apabila kita tahu, orang-orang Liberalis Islam (tokoh JIL), mereka kebanyakan lahir dari pendidikan di pesantren Nahdhatul Ulama. Orang-orang liberalis ini semacam neo-mu’tazilah kata Udin. Mereka memang dekat sekali dengan NU, namun mereka bukan NU (hanya saja berteman baik…begitulah) Pemikiran-pemikiran mereka cenderung ke arah bebas namun cukup fantastik. Menurutku orang-orang JIL ini baik-baik saja, tapi kebanyakan orang-orang awam menganggap ini aliran Islam yang sesat dan mereka tidak disukai. Tokoh-tokoh JIL seperti Ulil Abshar Abdala maupun Cak Nur (Nurcholis Madjid), mereka lahir dari pendidikan pesantren NU yang ilmu agamanya tak bisa dianggap remeh. Mereka semua ahli dalam hal mengaji kitab kuning, kitab para alim ulama, kitab para salafus shalih. Tokoh-tokoh JIL lainnya kebanyakan cendekiawan muslim yang punya pemikiran cukup bebas mengenai Islam dan pemikiran mereka merupakan pemikiran tingkat tinggi. Jadi orang luar yang menganggap JIL salah itu dikarenakan pemikiran mereka nggak bisa dipahami secara jelas oleh orang luar. Karena itulah orang luar cenderung menganggap JIL ini sesat. Tetapi, perlu diingat, klaim sesat hanya berhak disampaikan oleh Allah SWT.
Ada perbedaan persepsi dan kehendak antara yang pro liberalisme dan yang kontra liberalisme. Dari pihak yang kontra, ada semacam ketakutan-ketakutan aqidah agama jadi ternoda . Dari pihak yang  pro, mereka mengharapkan perkembangan pemikiran islam yang universal. Dari titik itu jadi semakin merumitkan pertentangan di awal tadi.
Alhamdulillah saya memahami orang-orang JIL cenderung lebih memakai hati. Lha gimana, orang hati saya menikmati kok, walau kadang akal saya berkata seharusnya nggak begini atau begitu. Mungkin itu karena saya tak punya dasar cukup karena saya bukan lulusan pesantren. Tapi karena hati yang dihuni Tuhan saya berkata bahwa pemikiran dan karya mereka sungguh indah maka saya terus saja menikmatinya. Dan saya bersyukur karena itu. Saya menganggap Tuhan, Allah-ku, telah membukakan pintu hatiku dengan sangat lebar untuk menerima segala ilmu di dunia ini. Allah sangat memberiku kelapangan dalam segala hal, terutama dalam hal ilmu. Dan saya menerimanya dengan senang hati, karena saya menyukai keindahan.