Ini adalah kejadian hari jum’at tanggal 17 Juli kemarin. Tebak deh , kira-kira aku mau cerita apa ya? Di bawah ini ada paragraf-paragraf rahasia, yang kuhadiahkan untukmu semua, sebagai bingkisan liburan! Silakan dinikmati, jarang-jarang lho aku ngasih hadiah kaya gini..hehehe enjoy on.
Ceritanya, hari itu ada rencana untuk ngampus, karena ya memang ada keperluan. Kalau nggak ada hal yang penting, nggak bakal deh aku sekonyong-konyong mau dolan ke kampus liburan gini. Entah kenapa aura kampus berpotensi membuat kepalaku terasa berat, leher pegel-pegel, pasang tampang muka serius (waaah bukan aku banget! Beneran) yang bikin capek kening mata, serta harus siap setiap saat mendapat tugas yang hwooooaaaam mallessss buat dipikir dan digarap.
-(Wah kok aku malah buka kartu gini. Jadi ketahuan
Nah, selanjutnya. Hari itu agenda pertama adalah untuk membawakan handout Farmakognosi dan Biokimia bagi salah seorang senior yang kebetulan sedang akan remed mata kuliah tersebut. Maklum, pinjam meminjam handout gini sudah biasa di kalangan kami. Aku juga suka minjem handout punya teman sih sebenarnya, tapi biasanya pada waktu semingu menjelang UTS atau UAS doank. Buat dibaca-baca seperlunya, malah sok kadang cuma pinjem aja nggak tak baca, hla wong waktunya aja mepet banget. Mana ada handout setebal masing-masing 400 sampai 600an halaman kelar dalam waktu seharian. No way! Sulit dimengerti lagi bahasanya, apalagi yang versi
Lalu agenda kedua adalah refresh aura kampus dalam otakku sebentar, ngenet-online-atau apalah itu namanya. Kupilih perpus sebagai setting. Sepi, pada pulang kampuang sih. Wah nggak enak bener. Kok aku lebih suka kalau perpus ramai ya daripada sepi. Mungkin karena aku suka mengamati orang-orang pada ribut sok sibuk kali ya, rasanya gembira sekali. Biasanya aku ikut-ikutan hanyut dalam arus sok sibuk tersebut. Berlagak nyari-nyari buku tebal, lalu membukanya di tengah meja nan panjang dan mendiskusikan isinya dengan teman-teman. Waaauw, berasa jadi mahasiswa sejati!! Hahah obsesi seperti apakah itu? Hmmm. Aku berkawan dunia maya kira-kira dua jam-an nyari tugas yang belum kelar, food supplement, dan mengirimkannya ke Kadep lewat
Lalu aku cabut dari kampus ngacir ke fotokopian langganan dekat selokan mataram, murah soalnya. Fotokopian yang lain biasanya kejam kalau ngasih harga. Hidup di
Sampailah pada hal konyol cerita. Langsung saja, sehabis dari fotokopian tadi aku pergi ke perpustakaan pusat buat pinjem buku Pram berjudul Bumi Menangis (sudah lama pingin aku baca… L tapi nggak pernah jadi). Buku kayak gitu
Akhirnya aku mengurungkan niat untuk meminjam buku Pram. Trauma. Jangan-jangan nanti aku salah masuk gedung lagi, gedung MIPA Selatan (